Beranda Renungan Ternyata, Dia Lebih Baik Dariku

Ternyata, Dia Lebih Baik Dariku

662
0
BERBAGI

Ternyata, Dia Lebih Baik Dariku

Terkadang aku merasa mudah menilai orang lain…
Terkadang aku merasa sulit menilai diri sendiri…

Seperti peribahasa;
“Gajah Di Pelupuk Mata Tak Tampak, Semut Di Seberang Lautan Tampak.”

Maknanya;
“Sesuatu besar yang ada pada diri sendiri tidak terlihat, tapi sesuatu kecil yang ada pada diri orang lain terlihat.”

Sebuah peribahasa yang menyatakan;
Kecenderungan manusia yang dengan mudah melihat kesalahan atau kekurangan orang lain namun, sebaliknya sangat sulit untuk melihat kesalahan atau kekurangan dirinya sendiri.

Ingatlah, bahwa kita semua pernah berbuat salah!

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

‎كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
“Setiap manusia pasti pernah berbuat salah. Namun, yang terbaik dari manusia yang pernah berbuat salah adalah mereka yang mau bertaubat.”
(HR. At-Tirmidzi, no.2499. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini hasan)

Allah azza wa jalla berfirman;

‎فَإِن يَتُوبُوا يَكُ خَيْرًا لَّهُمْ ۖ وَإِن يَتَوَلَّوْا يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ عَذَابًا أَلِيمًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَمَا لَهُمْ فِي الْأَرْضِ مِن وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ
“Maka jika mereka mau bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengadzab mereka dengan adzab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung dan tidak juga penolong di muka bumi.”
(Surat At-Taubah: ayat 74)

Dia yang selama ini aku pandang sebelah mata…
Dia yang selama ini aku rendahkan…
Dia yang selama ini aku cela…

Ternyata, dia lebih baik dariku…

Taubat membuat kehidupan seseorang menjadi mulia…
Kemuliaan taubat tidak bisa ditandingi oleh apa pun…
Kemuliaan taubat tidak bisa dinilai oleh apa pun…

Allah azza wa jalla berfirman;

‎إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa kepada Allah di antara kalian. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal.”
(Surat Al-Hujurat: ayat 13)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan;
“Sesungguhnya kalian bisa mulia dengan taqwa dan bukan dilihat dari keturunan kalian.”
(Tafsir Al-Quran Al-Azhim, 13:169)

Imam Ath-Thabari rahimahullah juga menjelaskan;
“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian wahai manusia adalah yang paling tinggi taqwanya kepada Allah, yaitu dengan menunaikan berbagai kewajiban dan menjauhi maksiat. Bukanlah yang paling mulia dilihat dari rumahnya yang megah, atau berasal dari keturunan yang mulia.”
(Tafsir Ath-Thabari, 21:386)

Sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma berkata;
“Mulianya seseorang di dunia adalah karena kaya. Namun, mulianya seseorang di akhirat adalah karena taqwa.”
(Maalim At-Tanzil, 7:348)

Ternyata, dia lebih baik dariku…

Taubat menjadi bukti ketaqwaan…
Taqwa menjadi bukti kemuliaan…

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah ditanya;

‎أَيُّ النَّاسِ أَكْرَمُ قَالَ أَكْرَمُهُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاهُمْ
“Siapakah menusia yang paling mulia? Beliau menjawab: Orang yang paling bertaqwa di antara mereka.“
(HR. Imam Bukhari, no.4321)

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda;

‎لَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَنَاجَشُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَلَا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ التَّقْوَى هَاهُنَا وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنْ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ. إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى أَجْسَادِكُمْ وَلَا إِلَى صُوَرِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ، وَأَشَارَ بِأَصَابِعِهِ إِلَى صَدْرِهِ
“Janganlah kalian saling mendengki, saling memfitnah, saling membenci, dan saling memusuhi. Janganlah ada seseorang di antara kalian yang berjual-beli sesuatu yang masih dalam proses penawaran muslim lainnya, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang saling bersaudara! Muslim yang satu dengan muslim yang lainnya adalah bersaudara, mereka tidak boleh menyakiti, merendahkan, atau pun menghina. Taqwa itu ada di sini (Rasulullah menunjuk dadanya), Beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali. Seseorang telah dianggap berbuat jahat apabila dia menghina saudaranya sesama muslim. Muslim yang satu dengan yang Iainnya itu haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya. Sesungguhnya Allah tidak melihat pada tubuh dan rupa kalian, akan tetapi Allah melihat pada hati kalian. (seraya mengisyaratkan telunjuknya ke dada beliau).”
(HR. Imam Muslim, no.4650)

Taqwa membuat si pelakunya yang semula derajatnya rendah menjadi tinggi…
Taqwa membuat si pelakunya yang semula terpuruk menjadi bangkit…
Taqwa membuat si pelakunya yang semula hina menjadi mulia…
Taqwa membuat si pelakunya yang semula menjadi manusia terburuk menjadi manusia terbaik…

Kemuliaan adalah kesuksesan…

Allah azza wa jalla berfirman;

‎فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗوَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ إِلَّا مَتٰعُ الْغُرُو
“Barang siapa dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga, maka sungguh dia telah beruntung (sukses). Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”
(Surat Ali Imran: ayat 185)

Allah azza wa jalla juga berfirman;

فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا
“Maka berlomba-lombalah berbuat kebaikan! Sesungguhnya kepada Allah, kalian semua akan kembali.”
(Surat Al-Maidah: ayat 48)

Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah mengatakan;

إِذَا رَأَيْتَ الرَّجُلَ يُنَافِسُكَ فِي الدُّنْيَا فُنَافِسُهُ فِي الْآخِرَةِ
“Apabila kamu melihat seseorang bisa mengunggulimu dalam urusan dunia, maka unggulilah dia dalam urusan akhirat!”
(Lathaif Al-Maarif, hlm.428)

Imam Ibnu Rajab rahimahullah berkata;

‎لَوْ أَنَّ رَجُلًا سَمِعَ بِأَحَدٍ أَطْوَعُ لِلَّهِ مِنْهُ كَانَ يَنْبَغِي لَهُ أَنْ يُحْزِنَهُ ذَلِكَ
“Seandainya seseorang mendengar ada orang lain yang lebih taat kepada Allah dari dirinya, sudah seharusnya dia bersedih, karena dia telah diungguli dalam hal ketaatan.”
(Lathaif Al-Maarif, hlm.244)

Pada akhirnya, yang membuat kehidupan seseorang menjadi lebih baik dan lebih mulia adalah taqwa.

Kemuliaan diawali dengan taqwa…
Taqwa diawali dengan taubat…
Taubat diawali dengan kesadaran…

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

انْظُرْ، فَإِنَّكَ لَيْسَ بِخَيْرٍ مِنْ أَحْمَرَ وَلاَ أَسْوَدَ إِلاَّ أَنْ تَفْضُلَهُ بِتَقْوَى
“Lihatlah, sesungguhnya kamu tidaklah akan menjadi lebih baik dari orang yang berkulit merah atau berkulit hitam, sampai kamu mengungguli mereka dengan taqwa.”
(HR. Al-Arnauth, Takhriju Al-Musnad, no.21407. Beliau menyatakan hadits ini shahih lighairihi)

Ternyata, dia lebih baik dariku…

___
@Kota Angin Majalengka, Jawa Barat.
04 Rajab 1440H/10 Maret 2019M

Penulis: Abu Humairo Muhamad Fadly

BERBAGI
Artikel sebelumnyaKita Bertemu Untuk Berpisah
Artikel sesudahnyaKenapa Aku Begini?
Khiyaar TV adalah media dakwah dan sosial yang berada di daerah Cideres, Majalengka, Jawa Barat. Khiyaar TV mulai terbentuk pada 08 Ramadhan 1438H/03 Juni 2017M. Berawal dari satu orang dari kami yang menemani perjalanan Ustadz Abu Humairo Muhamad Fadly hafizhahullah mengisi kajian rutin dengan kendaraan pribadi miliknya. Waktu itu Ustadz sedang ada jadwal mengisi kajian daurah Ramadhan di daerah Indramayu (tetangga kota Majalengka). Dari situlah, semuanya bermula. Orang tersebut adalah yang mengenalkan kami dengan Ustadz Abu Humairo Muhamad Fadly. Padahal, kami sudah cukup lama tinggal di Majalengka, karena memang sebagian besar dari kami adalah putra asli Majalengka. Namun, kami belum kenal dengan Ustadz, sehingga kami belum tahu adanya majelis ilmu rutin di sekitar Cideres, Majalengka. Alhamdulillah alladzi binimatihi tatimmus shaalihaat, kami sangat bersyukur kepada Allah azza wa jalla, pertemuan kami dengan orang tersebut adalah awal dari pintu kebaikan. Sebab situlah kami kenal dengan Ustadz, mulai bisa merasakan nikmatnya duduk di majelis ilmu dengan rutin dan sampai pada Allah pun mudahkan langkah kebaikan untuk kami, yakni dengan kami pun bisa membuat sebuah komunitas Islam dan media dakwah. Karena kami memiliki cita-cita ingin menjadi makhluk Allah yang bermanfaat untuk makhluk Allah yang lain, maka kami juga membuat berbagai program sosial, sebagai bentuk kepedulian kami terhadap sesama, dan inilah akhlak yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para Sahabatnya radhiyallahu anhum, sehingga terbentuklah MEDIA DAKWAH & SOSIAL KHIYAAR TV.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here