Beranda Belajar Islam Amalan SEPERTI HIDUP SELAMANYA

SEPERTI HIDUP SELAMANYA

226
0
BERBAGI

SEPERTI HIDUP SELAMANYA

Menikmati keindahan hidup di dunia ini, membuat kita ingin hidup selamanya. Namun, siapa di antara kita yang bisa hidup selamanya di dunia? Tentu secara logis tidak ada yang bisa.

Karena Allah azza wa jalla berjanji;

وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ
“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang pun sebelum kamu (Muhammad).”
(Surat Al-Anbiya: ayat 34)

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
“Katakanlah! Sesungguhnya kematian yang kalian lari darinya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kalian. Kemudian kalian akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui sesuatu ghaib dan yang nyata, lalu Dia kabarkan kepada kalian tentang sesuatu yang telah kalian kerjakan.”
(Surat Al-Jumuah: ayat 8 )

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
“Setiap yang berjiwa akan merasakan mati.”
(Surat Ali Imran: ayat 185)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan;
“Yang dimaksud dengan ayat-ayat di atas adalah setiap manusia pasti akan merasakan kematian. Tidak ada seseorang yang bisa selamat dari kematian, baik dia berusaha lari darinya ataukah tidak. Karena setiap orang sudah punya ajal yang pasti.”
(Tafsir Al-Quran Al-Azhim, 3:163)

Dari beberapa keterangan firman Allah di atas, sudah sangat jelas dan nyata bahwa tidak ada satu orang pun yang bisa hidup di dunia ini selamanya. Padahal kita ingin hidup selamanya, agar bisa terus beribadah kepada Allah. Karena kalau diri kita sudah menjadi jasad atau mayit, maka tidak ada lagi kesempatan untuk kita beramal shalih (beribadah). Karena itu merupakan kesempatan untuk kita mengumpulkan bekal menuju kehidupan yang abadi, yaitu di surgaNya Allah azza wa jalla. Itulah tujuan kita diciptakan di dunia ini, yakni untuk beribadah kepada Allah azza wa jalla, bukan untuk bersenang-senang dan hal-hal selainnya.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan agar mereka beribadah kepadaKu.”
(Surat Adz-Dzariyat 51: ayat 56)

Namun, ternyata meskipun diri kita pasti akan mati, tapi ada cara lain untuk kita bisa tetap merasakan SEPERTI HIDUP SELAMANYA dan bisa terus beramal shalih, sehingga diri kita tetap bisa mendapatkan pahala dari Allah azza wa jalla.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalannya, kecuali 3 perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan dan doa anak yang shalih.”
(HR. Imam Muslim, no.1631)

Dan ternyata di antara caranya adalah dengan mengamalkan ilmu dan mensedekahkan harta di jalan Allah (fii sabilillah). Karena keduanya sangat bermanfaat dan memiliki pengaruh yang sangat besar bagi diri pelakunya dan orang lain.

Hal yang perlu diketahui selanjutnya, bahwa Allah sudah menjelaskan dalam Al-Quran bahwa Allah tidak hanya mencatat amal perbuatan yang sudah kita lakukan namun, Allah juga mencatat semua pengaruh dan dampak dari setiap perbuatan yang pernah kita lakukan.

Allah azza wa jalla berfirman;

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ
“Sesungguhnya Kami yang menghidupkan orang mati, Kami catat semua yang telah mereka lakukan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan.”
(Surat Yasin: ayat 12)

Maknanya adalah Allah akan mencatat semua bentuk amal ibadah yang dikerjakan manusia dan berikut dengan pengaruh (dampak) dari amal tersebut. Jika baik, maka dicatat sebagai kebaikan dan sebaliknya jika buruk, maka dicatat sebagai keburukan.

Sebagai contoh: Imam Nawawi rahimahullah.
Beliau adalah Yahya bin Syaraf bin Hasan bin Husain An-Nawawi Ad-Dimasyqi, Abu Zakaria.

Beliau dilahirkan pada bulan Muharram thn.631 H di Nawa. Lalu beliau wafat pada bulan Rajab thn.676 H. Salah satu peran beliau di dalam agama islam ini adalah berdakwah dengan ilmu dan tulisannya. Beliau memiliki banyak karya tulis ilmiyyah (kitab) yang berjumlah sekitar 40 kitab.

Di antara karya tulis beliau yang fenomenal adalah kitab RIYADHU ASH-SHALIHIN. Kitab tersebut mampu masuk ke setiap lapisan masyarakat. Bahkan hampir setiap lembaga pendidikan agama (pesantren) pasti mengkaji kitab tersebut. Dan ini adalah salah satu bukti Allah memberkahi usia dan ilmu beliau.

Kita renungkan! Usia beliau hanya sekitar 45 tahun namun, karya tulis beliau tersebut mampu terus hidup sampai saat ini, sehingga usia karya tulis tersebut sudah lebih dari 774 tahun, lebih lama dari usia penulisnya. Dan tentu jumlah manusia yang sudah mendapatkan faidah ilmu dan manfaat dari kitab tersebut, sudah sangat banyak jumlahnya dan tidak terdata lagi. Ini adalah amal jariyah dan usia kedua bagi beliau, rahimahullah. Semakin banyak manusia mendapatkan manfaat dan ilmu dari tulisan beliau, semakin lama kitab beliau dipelajari dan diamalkan isinya, maka semakin banyak juga pahala yang akan beliau dapatkan. Masyaallah laa quwwata illa billah!

Inilah yang dimaksud SEPERTI HIDUP SELAMANYA. Meskipun jasad kita sudah menjadi mayit, tapi sosok diri kita tetap bisa berada di dunia dan terus beramal shalih. Sehingga diri kita tetap bisa terus mendapatkan pahala dari Allah azza wa jalla, disebabkan kebaikan yang pernah kita lakukan semasa hidup di dunia.

Sungguh sangat beruntung, bagi orang yang dirinya bisa terus merasakan hidup, meskipun dirinya sudah terkubur tanah!

Ketika semakin panjang usia kita yang dihiasi dengan berbagai amal kebaikan, maka semakin panjang juga peluang kita untuk mendapatkan pahala dari Allah. Karena hakikat dari usia adalah waktu yang mendatangkan pahala dan kebaikan.

Imam Al-Munawi rahimahullah menjelaskan;
“Sebaliknya, seburuk-buruk orang adalah orang yang panjang usianya dan buruk amalnya, karena waktu dan jam seperti modal bagi pedagang. Seharusnya, dia menggunakan modalnya dalam perdagangan yang menjanjikan keuntungan. Semakin banyak modal yang diinvestasikan, maka keuntungan yang akan diraihnya juga akan semakin banyak. Barangsiapa yang menggunakan hidup untuk kebaikan, maka dia telah beruntung dan sukses. Namun, barangsiapa menyia-nyiakan hidup (modalnya), maka dia tidak akan beruntung dan bahkan akan merugi dengan kerugian yang nyata.”
(Faidhu Al-Qadir, 3:480)

Sebagaimana Sahabat Abdurrahman bin Abu Bakrah, dari bapaknya radhiyallahu anhumaa bercerita, bahwa ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah;

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ: مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ. قَالَ فَأَىُّ النَّاسِ شَرٌّ قَالَ: مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ
“Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang terbaik? Beliau menjawab: Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya. Lalu lelaki tersebut bertanya lagi: Lalu siapakah orang yang terburuk? Beliau menjawab: Orang yang berumur panjang dan buruk amalnya”.
(HR. At-Tirmidzi, no.2330. Hadits ini hasan shahih)

Maka, mulailah berfikir untuk merencanakan hidup selamanya! Membuat karya yang bisa bermanfaat untuk umat.

Jika kita tidak mampu membuat karya besar seperti Imam An-Nawawi dan para ulama lainnya, maka kita masih punya kesempatan untuk berkarya dengan harta, untuk merencanakan hidup selamanya.

Ingat, motto hidup itu bukan WAKTU ADALAH UANG. Namun, yang benar WAKTU ADALAH AMAL! Maka, segera perbaiki motto hidup kita, agar kita bisa memperbaiki jalan hidup kita!
___
@Kota Angin Majalengka, 14 Shafar 1440H/23 Oktober 2019M.
Penulis: Abu Humairo Muhamad Fadly

YUK, BANTU KHIYAAR TV!
#2018 BERDAKWAH MANDIRI

Insyaallah tahun 2018 ini, Khiyaar TV berencana ingin membuat unit usaha dakwah sebagai penopang operasional dan kebutuhan dakwah lainnya. Agar Khiyaar TV selanjutnya bisa berdakwah dengan mandiri, sehingga tidak terus-menerus bergantung dan mengandalkan para Muhsinin/Donatur hafizhahumullah. Dan hal ini sebagai kesempatan bagi para Donatur untuk ikut andil dalam investasi yang pasti menguntungkan. Yakni dengan sekali investasi, untung selamanya.

💰 Adapun biaya pembuatan unit usaha dakwah tersebut adalah berkisar 70 juta.

Bagi teman-teman yang ingin menginvestasikan hartanya untuk di akhirat, bisa segera mengirimkannya ke rekening kami:
🏧 bjb:
0075466056100
💳 a.n: Muhamad Fadly
📲 Kepada Donatur yang sudah mengirimkan hartanya, mohon konfirmasikan sedekahnya kepada Admin Khiyaar TV dengan format;
📝 Nama#Alamat#Pekerjaan#Nominal
0853-2014-3680 (SMS/WA)
📄 Contoh:
Faqir#Majalengka#Pengusaha#20.000,-
___

Teman-teman, bisa melihat perkembangan Media Dakwah & Sosial Khiyaar TV dan ikut mengambil manfaatnya pada beberapa link di bawah ini!

•Website
www.khiyaar.com
•Youtube
https://www.youtube.com/channel/UCrU4wEVdCdSRfXWeQXkg2Tw
•WhatsApp
https://chat.whatsapp.com/GgXKc0D1YKe95dFeq9tPLa
•Facebook
https://www.facebook.com/khiyaartv/
https://www.facebook.com/khiyaarstore/
https://www.facebook.com/khiyaarsakiinah
•Instagram
https://www.instagram.com/khiyaartv/
https://instagram.com/khiyaarsakiinah/
https://instagram.com/khiyaarstore/

📲 Ingat, kunjungisubscribelike dan follow akun-akun medsos dakwah Khiyaar TV ya!

🎞️ Untuk melihat produksi video dan siaran dakwah Khiyaar TV, silakan klik link di bawah ini!
https://www.facebook.com/pg/khiyaartv/videos/

@Media Dakwah & Sosial Khiyaar TV
_____
KAMI MENERIMA SEDEKAH DARI HARTA ANDA BERAPAPUN NOMINALNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here