Beranda Belajar Islam Adab Adab Keluar Rumah

Adab Keluar Rumah

16894
0
BERBAGI

Adab Keluar Rumah

A. MENDAHULUKAN KAKI KIRI KETIKA KELUAR PINTU RUMAH

Ada sebuah kaidah dalam Islam:

تُقَدَّمُ الْيَمِيْنُ فِي كُلِّ مَا كَانَ مِنْ بَابِ التَّكْرِيْمِ وَالتَّزَيُّنِ وَالْيُسْرَى فِيْمَا عَدَاهُ
“Didahulukan bagian kanan dalam perkara-perkara yang mulia ataupun berhias. Dan didahulukan bagian kiri dalam perkara selainnya.”
(Al-qawaid Al-fiqhiyah, No.46)

Imam An-nawawi rahimahullah menjelaskan:,
“Sesungguhnya Allah azza wa jalla telah menciptakan para makhlukNya dan Dia telah memilih darinya sesuai kehendakNya. Di antara yang dipilihNya adalah sisi sebelah kanan yang ditakdirkan memiliki keutamaan dan kemuliaan yang lebih dibandingkan sisi sebelah kiri. Jika kita mencermati dalil-dalil syari, maka kita dapati bahwa suatu perkara atau perbuatan jika termasuk dalam hal yang mulia, yang indah dan ibadah, maka disyariatkan untuk dimulai dari yang sebelah kanan terlebih dahulu. Namun, jika suatu perkara bukan termasuk dalam kategori tersebut, yaitu berupa hal-hal yang kurang utama, seperti menghilangkan atau mencuci najis atau mengambil benda-benda yang kotor, maka yang lebih didahulukan adalah anggota badan yang sebelah kiri. Inilah makna dan kandungan kaidah tersebut secara umum.”
(Bahjah An-nazhirin, 2;41)

Aisyah radhiyallahu anha berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ
“Nabi shallallahu alaihi wa sallam menyukai memulai dari sebelah kanan saat mengenakan sandal, menyisir rambut, bersuci, dan dalam semua urusannya.”
(HR. Bukhari, No.5926)

Salah satu cara menerapkan kaidah tersebut adalah ketika seseorang masuk ke dalam rumahnya, yang lebih utama adalah mendahulukan kaki kanannya, karena rumah adalah tempat yang mulia, sedangkan jalanan adalah tempat yang kurang mulia.

Sebagaimana Allah azza wa jalla sudah menjelaskan, bahwa keberadaan rumah adalah kemuliaan bagi manusia. Allah berfirman:

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ بُيُوتِكُمْ سَكَنًا
“Dan Allah menjadikan bagi kalian rumah-rumah sebagai tempat tinggal.”
(QS. An-nahl, Ayat 80)

Jadi sebaliknya, ketika keluar rumah kita harus mendahulukan kaki kiri daripada kaki kanan, karena jalan tidak lebih mulia dari rumah.

B. MEMBACA DZIKIR

Ada beberapa doa atau dzikir yang dicontohkan oleh Rasulullah, di antaranya:

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ قَالَ يُقَالُ حِينَئِذٍ هُدِيتَ وَكُفِيتَ وَوُقِيتَ فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِىَ وَكُفِىَ وَوُقِىَ
“Jika seseorang keluar dari rumahnya lalu membaca dzikir: Bismillahi tawakkaltu alallahi la haula wa la quwwata illa billah (dengan menyebut nama Allah, aku berserah diri kepadaNya dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolonganNya), maka Malaikat akan berkata kepadanya; Sungguh kamu telah diberi petunjuk oleh Allah, dicukupkan (dalam segala keperluan), dan dijaga (dari semua keburukan), sehingga setan-setan tidak bisa mendekatinya dan setan yang lain berkata kepada temannya; Bagaimana mungkin kamu bisa mencelakakan seseorang yang telah diberi petunjuk, dicukupkan, dan dijaga oleh Allah azza wa jalla?”
(HR. Abu Daud, No.5095)

• Faedah dari doa keluar rumah.

– Keutamaan yang disebutkan dalam hadits ini akan diberikan kepada orang yang mengucapkan dzikir tersebut dengan benar-benar merealisasikan konsekuensinya, yaitu berserah diri dan bersandar sepenuhnya hanya kepada Allah azza wa jalla.
(Fiqh Al-asmai Al-husna, Hlm.157)

– Setan tidak memiliki kemampuan untuk mencelakakan orang-orang yang beriman dan bersandar sepenuhnya hanya kepada Allah azza wa jalla.
(Taisir Al-karim Ar-rahman, Hlm.449)

Allah azza wa jalla berfirman:

إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ. إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُونَ
“Sesungguhnya setan itu tidak memiliki kekuasaan untuk mencelakakan orang-orang yang beriman dan bertawakkal (berserah diri) kepada Rabbnya. Sesungguhnya kekuasaan setan hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya sebagai pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.”
(QS. An-nahl, Ayat 99-100)

– Bertawakal hanya kepada Allah azza wa jalla, merupakan sebab utama untuk mendapatkan petunjuk dan perlindungan Allah dalam semua urusan manusia.

Allah azza wa jalla berfirman:

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ
“Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, pasti Allah akan mencukupkan segala keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendakiNya.”
(QS. Ath-thalaq, Ayat 3)

Syaikh Abdurrahman As-sadi rahimahullah berkata:
“Barang siapa yang berserah diri dan bersandar sepenuhnya hanya kepada Allah azza wa jalla dalam semua urusan agama dan dunianya, yaitu dengan bersandar hanya kepadaNya dalam mengusahakan kebaikan bagi dirinya dan menolak keburukan dari dirinya, serta yakin dengan kemudahan yang akan diberikanNya, maka Allah akan memudahkan semua urusannya tersebut.”
(Taisir Al-karimi Ar-rahman, Hlm.449)

Ummu Salamah radhiyallahu anha berkata:

مَا خَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ بَيْتِي قَطُّ إِلَّا رَفَعَ طَرْفَهُ إِلَى السَّمَاءِ فَقَالَ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ
“Setiap kali Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam keluar dari rumahku, beliau mengarahkan pandangannya ke langit, kemudian berdoa; Allahumma inni audzu bika an adhilla aw udhalla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala alayya (Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari aku tersesat atau aku menyesatkan, aku tergelincir atau aku digelincirkan, aku menzhalimi atau aku dizhalimi, kebodohanku atau dibodohi.”
(HR. Abu Daud, No.5094)

Doa tersebut dianjurkan untuk dibaca ketika keluar rumah, agar terhindar dari berbagai keburukan dan kezhaliman.

C. MENUTUP AURAT DENGAN BENAR

Mengenai batasan aurat dan kriteria pakaian untuk keluar rumah bagi lelaki dan wanita, bisa dipelajari pada bab sebelumnya yang berjudul; Adab Berpakaian.

Ketahuilah, harimau hanya akan menyerang jika ada kesempatan. Ketika seorang penggembala bisa menjaga dengan baik hewan ternaknya, pasti tidak akan ada harimau yang berani menyerangnya.

Seperti itu juga syahwat manusia. Seorang lelaki juga bisa semakin ganas, ketika ada sasaran empuk di hadapannya.

Banyak kasus perzinaan, pemerkosaan, pelecehan seksual, dan tindak kriminal lainnya di berbagai daerah, penyebabnya karena kaum wanita tidak berusaha menjaga aurat dan kehormatan dirinya.

Allah azza wa jalla maha mengetahui yang terbaik untuk seluruh makhlukNya. Salah satu buktinya, Allah mensyariatkan agar kaum wanita menjaga auratnya dengan baik dan benar. Karena Allah tahu, itu yang terbaik baginya dan itulah bukti bahwa Allah sangat sayang dan perhatian kepada para hambaNya, Allah memberi tahu cara terbaik untuk mengamankan diri dari berbagai macam bahaya.

Allah azza wa jalla berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka! Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenal, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang.”
(QS. Al-ahzab, Ayat 59)

Apalagi, ketika para wanita keluar rumah dengan memperlihatkan auratnya, sebetulnya itu sedang menebarkan dosa ke seluruh lelaki yang menikmati auratnya dan pada saat itulah, para wanita menjadi sumber dosa bagi kaum lelaki. Kaum wanita menanggung dosa setiap auratnya yang terbuka, ditambah dosa dari semua lelaki yang memandangnya.

D. MEMBACA DOA KETIKA BERADA DI SUATU TEMPAT

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ نَزَلَ مَنْزِلًا ثُمَّ قَالَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللّٰهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ
“Barang siapa yang memasuki suatu tempat, kemudian dia membaca doa; Audzu bikalimaatillahi taammati min syarri ma khalaq (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap kejahatan yang diciptakan), maka tidak ada satu pun makhluk yang bisa membahayakannya, hingga dia pergi dari tempat tersebut.”
(HR. Muslim, No.2708)

Semoga dengan penjelasan ini, bisa membuat kita lebih baik dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Karena sebetulnya, kehidupan ini ladang bagi kita mencari bekal untuk kehidupan di akhirat.

Ya Allah, hiasilah diri kami dengan akhlak yang mulia dan jauhkanlah diri kami dari akhlak yang buruk!
___
@Kota Angin Majalengka, Jawa Barat
08 Dzulhijjah 1439H/20 Agustus 2018M
Penulis; Abu Humairo Muhamad Fadly

BERBAGI
Artikel sebelumnyaAdab Berpenampilan
Artikel sesudahnyaAdab Di Jalan
Khiyaar TV adalah media dakwah dan sosial yang berada di daerah Cideres, Majalengka, Jawa Barat. Khiyaar TV mulai terbentuk pada 08 Ramadhan 1438H/03 Juni 2017M. Berawal dari satu orang dari kami yang menemani perjalanan Ustadz Abu Humairo Muhamad Fadly hafizhahullah mengisi kajian rutin dengan kendaraan pribadi miliknya. Waktu itu Ustadz sedang ada jadwal mengisi kajian daurah Ramadhan di daerah Indramayu (tetangga kota Majalengka). Dari situlah, semuanya bermula. Orang tersebut adalah yang mengenalkan kami dengan Ustadz Abu Humairo Muhamad Fadly. Padahal, kami sudah cukup lama tinggal di Majalengka, karena memang sebagian besar dari kami adalah putra asli Majalengka. Namun, kami belum kenal dengan Ustadz, sehingga kami belum tahu adanya majelis ilmu rutin di sekitar Cideres, Majalengka. Alhamdulillah alladzi binimatihi tatimmus shaalihaat, kami sangat bersyukur kepada Allah azza wa jalla, pertemuan kami dengan orang tersebut adalah awal dari pintu kebaikan. Sebab situlah kami kenal dengan Ustadz, mulai bisa merasakan nikmatnya duduk di majelis ilmu dengan rutin dan sampai pada Allah pun mudahkan langkah kebaikan untuk kami, yakni dengan kami pun bisa membuat sebuah komunitas Islam dan media dakwah. Karena kami memiliki cita-cita ingin menjadi makhluk Allah yang bermanfaat untuk makhluk Allah yang lain, maka kami juga membuat berbagai program sosial, sebagai bentuk kepedulian kami terhadap sesama, dan inilah akhlak yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para Sahabatnya radhiyallahu anhum, sehingga terbentuklah MEDIA DAKWAH & SOSIAL KHIYAAR TV.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here