Beranda Belajar Islam Adab Adab Melakukan Aktivitas

Adab Melakukan Aktivitas

668
0
BERBAGI

Adab Melakukan Aktivitas

Salah satu adab yang mulai hilang dilakukan dengan rutin oleh manusia ketika akan beraktivitas adalah membaca bismillah dan alhamdulillah sebelum melakukannya. Bahkan dengan meninggalkan kebiasaan baik tersebut, berefek pada hilangnya keberkahan dan kebaikan yang sangat banyak terhadap sesuatu yang dilakukan.

Ada banyak dalil yang menjelaskan tentang keutamaan mengucapkan bismillah dan alhamdulillah pada saat akan melakukan suatu aktivitas.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ أَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيْهِ بِـبِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ فَهُوَ أقطعُ
“Setiap perkara penting yang tidak diawali dengan ‘bismillahirrahmaanirrahiim’, amalan tersebut terputus berkahnya.”
(HR. Nawawi, Al-adzkar, No.149. Beliau menyatakan hadits ini hasan)

كُلُّ كَلاَمٍ لاَ يُبْدَأُ فِيهِ بِالْحمدُ لِلّٰهِ فَهُوَ أَجْذَمُ
“Setiap pembicaraan yang tidak diawali dengan ‘alhamdulillah’, maka berkahnya terputus.”
(HR. Mundziri, At-targhib Wa At-tarhib, 2;359. Beliau menyatakan bahwa hadits ini hasan, karena memenuhi syarat Bukhari dan Muslim, atau salah satunya)

كُلُّ أَمْرٍ ذِى بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيهِ بِالْحَمْدِ أَقْطَعُ
“Setiap perkara penting yang tidak diawali di dalamnya dengan ‘alhamdulillah’, maka berkahnya terputus.”
(HR. Ibnu Mulaqqin, Syarh Bukhari Ibnu Mulaqqin, 2;121)
 
Sebagian ulama menghasankan hadits-hadits di atas dan ada juga yang menshahihkannya. Yang menghasankan hadits tersebut di antaranya Imam An-nawawi dan Ibnu Hajar rahimahumullah. Sedangkan, Ibnu Daqiq Al-ied dan Ibnu Mulaqqin rahimahumullah menyatakan bahwa hadits-hadits tersebut shahih.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata:
“Hadits tersebut memiliki dua jalur atau lebih periwayatan oleh Ibnu Hibban dan yang lainnya. Sebagian ulama mendhaifkannya dan yang lebih tepat adalah derajatnya hasan lighairihi.”
(Majmu Fatawa, 25;135)

Imam Muhammad Nawawi Al-bantani rahimahullah menjelaskan:
“Bahwa bismillah dibaca pada suatu perkara yang penting atau pada perkara mubah dan tidak termasuk dalam suatu yang haram atau makruh. Namun, bismillah tidak untuk suatu perkara yang remeh, seperti menyapu kotoran binatang, dan bacaan bismillah bukan termasuk sebagai bacaan dzikir seperti tahlil (yang bisa dibaca berulang-ulang dengan jumlah tertentu).”
(Kasyifah As-saja Syarh Safinah An-naja, Hlm.26)

Begitu juga Nabi Sulaiman alaihissalam, ketika menulis surat kepada penguasa Saba, memulainya dengan bismillah.

Sebagaimana Allah azza wa jalla berfirman:

إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
“Sesungguhnya surat itu dari SuIaiman, dan sungguh isinya; Dengan menyebut nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang.”
(QS. An-naml, Ayat 30)

Nabi kita, Muhammad shallallahu alaihi wa sallam juga memulai surat yang ditulisnya kepada Raja Heraklius dengan bismillah. Begitu juga ketika berkhutbah, Nabi shallallahu alaihi wa sallam memulainya dengan kalimat tahmid dan memuji Allah azza wa jalla.

Para ulama rahimahumullah menjelaskan:
“Bahwa membaca bismillah disyariatkan untuk memulai setiap perkara penting, untuk hal ibadah atau selainnya.”
(Al-mausuah Al-fiqhiyah, 8;92)

Disebutkan dalam kitab yang sama, bacaannya adalah “bismillah”, kalimat lengkapnya adalah “bismillahirrahmanirrahim”. Jika lupa membaca bismillah atau meninggalkannya dengan sengaja, maka tidak ada dosa untuknya. Namun, jika dilakukan maka berpahala. Sehingga sangat merugi bagi yang tidak membacanya, karena tidak mendapatkan pahala dari Allah azza wa jalla.

Bagi teman-teman yang belum terbiasa melakukannya, setelah membaca dan mempelajari penjelasan ilmu di atas, berusahalah untuk mengamalkannya dengan rutin. Sehingga menjadi sebuah kebiasaan yang sangat baik dan mulia dalam kehidupannya.

Selalu bersemangatlah untuk membiasakan baca bismillah dan alhamdulillah ketika akan melakukan setiap aktivitas dan perbuatan yang baik!

Semoga Allah memberikan kemudahan untuk kita bisa istiqamah dalam menghidupkan sunnah Rasulullah dalam kehidupan. Aamiin!
_____
@Kota Angin Majalengka, Jawa Barat.
08 Dzulqadah 1439H/21 Juli 2018M
Penulis; Abu Humairo Muhamad Fadly

BERBAGI
Artikel sebelumnyaAdab Ketika Di Dalam Toilet
Artikel sesudahnyaAdab Berpakaian
Khiyaar TV adalah media dakwah dan sosial yang berada di daerah Cideres, Majalengka, Jawa Barat. Khiyaar TV mulai terbentuk pada 08 Ramadhan 1438H/03 Juni 2017M. Berawal dari satu orang dari kami yang menemani perjalanan Ustadz Abu Humairo Muhamad Fadly hafizhahullah mengisi kajian rutin dengan kendaraan pribadi miliknya. Waktu itu Ustadz sedang ada jadwal mengisi kajian daurah Ramadhan di daerah Indramayu (tetangga kota Majalengka). Dari situlah, semuanya bermula. Orang tersebut adalah yang mengenalkan kami dengan Ustadz Abu Humairo Muhamad Fadly. Padahal, kami sudah cukup lama tinggal di Majalengka, karena memang sebagian besar dari kami adalah putra asli Majalengka. Namun, kami belum kenal dengan Ustadz, sehingga kami belum tahu adanya majelis ilmu rutin di sekitar Cideres, Majalengka. Alhamdulillah alladzi binimatihi tatimmus shaalihaat, kami sangat bersyukur kepada Allah azza wa jalla, pertemuan kami dengan orang tersebut adalah awal dari pintu kebaikan. Sebab situlah kami kenal dengan Ustadz, mulai bisa merasakan nikmatnya duduk di majelis ilmu dengan rutin dan sampai pada Allah pun mudahkan langkah kebaikan untuk kami, yakni dengan kami pun bisa membuat sebuah komunitas Islam dan media dakwah. Karena kami memiliki cita-cita ingin menjadi makhluk Allah yang bermanfaat untuk makhluk Allah yang lain, maka kami juga membuat berbagai program sosial, sebagai bentuk kepedulian kami terhadap sesama, dan inilah akhlak yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para Sahabatnya radhiyallahu anhum, sehingga terbentuklah MEDIA DAKWAH & SOSIAL KHIYAAR TV.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here