Beranda Belajar Islam Adab Adab Ketika Mimpi Buruk

Adab Ketika Mimpi Buruk

286
0
BERBAGI

Adab Ketika Mimpi Buruk

Termasuk tanda kesempurnaan syariat Islam yang disampaikan oleh Allah melalui RasulNya; Muhammad shallallahu alaihi wa sallam adalah mengajarkan semua hal yang ada dalam kehidupan manusia.

Hanya saja, ada manusia yang berusaha memahaminya dan ada juga yang cuek, bahkan melupakannya. Seseorang akan bisa merasakan dan meyakini betapa sempurnanya agama Islam, ketika dia berusaha memahami seluruh aturan syariat Islam yang sangat luas. Ketika itulah, seseorang akan semakin yakin dengan agamanya. Dan kita juga bisa membuktikan hal tersebut dengan mulai mencobanya.

Di antaranya adalah petunjuk tentang mimpi. Meski pun Islam tidak mengajarkan umatnya tentang takwil (mengaitkan) mimpi yang mereka alami namun, bimbingan yang diberikan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sudah sangat cukup untuk menjadi panduan dalam menyikapi mimpi, termasuk mimpi buruk.

A. Hal Terkait Mimpi Buruk

1. Mimpi tidak semuanya benar.
Sumber mimpi itu tidak semuanya datang dari Allah azza wa jalla, bisa juga muncul karena bawaan perasaan atau permainan setan.

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

إِذَا اقْتَرَبَ الزَّمَانُ لَمْ تَكَدْ رُؤْيَا الْمُسْلِمِ تَكْذِبُ وَأَصْدَقُكُمْ رُؤْيَا أَصْدَقُكُمْ حَدِيثًا وَرُؤْيَا الْمُسْلِمِ جُزْءٌ مِنْ خَمْسٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنْ النُّبُوَّةِ وَالرُّؤْيَا ثَلَاثَةٌ فَرُؤْيَا الصَّالِحَةِ بُشْرَى مِنْ اللَّهِ وَرُؤْيَا تَحْزِينٌ مِنْ الشَّيْطَانِ وَرُؤْيَا مِمَّا يُحَدِّثُ الْمَرْءُ نَفْسَهُ فَإِنْ رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يَكْرَهُ فَلْيَقُمْ فَلْيُصَلِّ وَلَا يُحَدِّثْ بِهَا النَّاسَ
“Apabila hari Kiamat telah dekat, maka jarang sekali mimpi seorang Muslim yang tidak benar. Dan mimpi yang paling paling benar adalah mimpi yang selalu bicara benar. Mimpi seorang muslim adalah sebagian dari empat puluh lima macam Nubuwwah (wahyu). Mimpi itu ada tiga macam: (1) Mimpi yang baik sebagai kabar gembira dari Allah. (2) Mimpi yang menakutkan atau menyedihkan, datangnya dari setan. (3) Dan mimpi yang timbul karena ilusi angan-angan, atau khayalan seseorang. Karena itu, jika kamu bermimpi yang tidak kamu senangi, bangunlah, kemudian Shalatlah, dan jangan menceritakannya kepada orang lain!”
(HR. Imam Muslim, no.4200)

Syaikh Dr.Musthafa Dhib Al-Bugha, salah seorang ulama bermazhab Syafii, menjelaskan;
•Kabar gembira dari Allah: Mimpi ini adalah mimpi yang berisi sesuatu yang baik dan menggembirakan kaum muslimin.
•Ditakuti setan: Mimpi yang datang dari setan. Bentuknya bisa berupa mimpi basah atau mimpi yang menakutkan.
•Bisikan hati: Terkadang seseorang memikirkan sesuatu ketika sadar. Karena terlalu serius memikirkannya, sampai terbawa mimpi.

2. Mimpi buruk berasal dari setan.
Dari jenis mimpi di atas, mimpi buruk termasuk salah satu permainan setan kepada manusia, mereka ingin menakut-nakuti manusia. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melarang kita menceritakan mimpi buruk kepada orang lain.

Dari Sahabat Jabir radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

مَنْ رَآنِي فِي النَّوْمِ فَقَدْ رَآنِي إِنَّهُ لَا يَنْبَغِي لِلشَّيْطَانِ أَنْ يَتَمَثَّلَ فِي صُورَتِي وَقَالَ إِذَا حَلَمَ أَحَدُكُمْ فَلَا يُخْبِرْ أَحَدًا بِتَلَعُّبِ الشَّيْطَانِ بِهِ فِي الْمَنَامِ
“Barang siapa bermimpi melihatku dalam tidurnya, maka sesungguhnya dia benar-benar melihatku, karena setan itu tidak dapat merubah bentuk seperti bentukku.” Dan beliau juga bersabda: Apabila seseorang dari kalian bermimpi buruk, maka janganlah dia menceritakan permainan setan dengannya ketika tidur itu kepada siapa pun!”
(HR. Imam Muslim, no.4209)

B. Hal Sunnah Yang Harus Dilakukan

1. Meludah ke kiri sebanyak 3 kali.
Dari Sahabat Jabir radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

الرُّؤْيَا مِنْ اللَّهِ وَالْحُلْمُ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِذَا حَلَمَ أَحَدُكُمْ حُلْمًا يَكْرَهُهُ فَلْيَنْفُثْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلَاثًا وَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ شَرِّهَا فَإِنَّهَا لَنْ تَضُرَّهُ
“Mimpi yang baik datang dari Allah dan mimpi yang buruk datang dari setan. Apabila kamu bermimpi sesuatu yang tidak kamu senangi, maka meludahlah ke kiri tiga kali, kemudian berlindunglah kepada Allah dari bahaya kejahatannya, niscaya dia tidak akan membahayakan!”
(HR. Imam Muslim, no.4195)

2. Memohon perlindungan kepada Allah azza wa jalla dari setan sebanyak 3 kali, dengan membaca;

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
“Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terajam.”

Atau bisa juga dengan membaca kalimat istiadzah atau taawudz lainnya;

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ مِنْ هَمْزِهِ، وَنَفْخِهِ، وَنَفْثِهِ
“Aku berlindung kepada Allah dari gangguan setan yang terajam, dari kegilaannya, kesombongannya dan nyanyiannya yang tercela.”
(HR. Abu Dawud, no.775 dan Ibnu Majah, no.804)

أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ مِنْ هَمْزِهِ، وَنَفْخِهِ، وَنَفْثِهِ
“Aku berlindung kepada Allah yang maha mendengar lagi maha mengetahui dari gangguan setan yang terajam, dari kegilaannya, kesombongannya dan nyanyiannya yang tercela.”
(HR. Abu Dawud, no.775 dan At-Tirmidzi, no.242. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan sanad hadits ini hasan)

Silakan, boleh mengamalkan salah satu dari ketiga kalimat istiadzah di atas!

3. Meminta perlindungan kepada Allah azza wa jalla dari keburukan mimpi tersebut.

4. Mengubah posisi tidurnya, jika dia ingin melanjutkan tidurnya, walau pun dia harus memutar kesebelah kiri dan semisalnya.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ الرُّؤْيَا يَكْرَهُهَا فَلْيَبْصُقْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلَاثًا وَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ ثَلَاثًا وَلْيَتَحَوَّلْ عَنْ جَنْبِهِ الَّذِي كَانَ عَلَيْهِ
“Apabila salah seorang kalian bermimpi dengan mimpi yang tidak disenanginya, maka hendaklah dia meludah ke kiri tiga kali, kemudian berlindunglah kepada Allah dari gangguan setan tiga kali, sesudah itu merubah tidurnya dari posisi semula.”
(HR. Imam Muslim, no.4199)

5. Tidak boleh menafsirkan mimpi tersebut, baik menafsirkan sendiri atau dengan meminta bantuan orang lain.

6. Hendaknya segera melakukan shalat.
Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

وَالرُّؤْيَا ثَلَاثَةٌ فَرُؤْيَا الصَّالِحَةِ بُشْرَى مِنْ اللَّهِ وَرُؤْيَا تَحْزِينٌ مِنْ الشَّيْطَانِ وَرُؤْيَا مِمَّا يُحَدِّثُ الْمَرْءُ نَفْسَهُ فَإِنْ رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يَكْرَهُ فَلْيَقُمْ فَلْيُصَلِّ وَلَا يُحَدِّثْ بِهَا النَّاسَ
“Mimpi itu ada tiga macam: (1) Mimpi yang baik sebagai kabar gembira dari Allah. (2) Mimpi yang menakutkan atau menyedihkan, datangnya dari setan. (3) Dan mimpi yang timbul karena ilusi angan-angan, atau khayalan seseorang. Karena itu, jika kamu bermimpi yang tidak kamu senangi, bangunlah, kemudian shalatlah, dan jangan menceritakannya kepada orang lain.”
(HR. Imam Muslim, no.4200)

Abu Qatadah (perawi hadis) rahimahullah mengatakan;
“Sesungguhnya saya pernah bermimpi, yang saya rasa lebih berat dari pada gunung, setelah aku mendengar hadits ini aku tidak lagi peduli dengan mimpi tersebut.”

Selamat mempelajari dan mengamalkannya!
_____
@Kota Angin, Majalengka-Jawa Barat.
04 Dzulqadah 1439H/17 Juli 2018M.

Penulis: Abu Humairo Muhamad Fadly

BERBAGI
Artikel sebelumnyaAdab Menguap Dan Bersin
Artikel sesudahnyaAdab Ketika Di Dalam Kamar Mandi (WC)
Khiyaar TV adalah media dakwah dan sosial yang berada di daerah Cideres, Majalengka, Jawa Barat. Khiyaar TV mulai terbentuk pada 08 Ramadhan 1438H/03 Juni 2017M. Berawal dari satu orang dari kami yang menemani perjalanan Ustadz Abu Humairo Muhamad Fadly hafizhahullah mengisi kajian rutin dengan kendaraan pribadi miliknya. Waktu itu Ustadz sedang ada jadwal mengisi kajian daurah Ramadhan di daerah Indramayu (tetangga kota Majalengka). Dari situlah, semuanya bermula. Orang tersebut adalah yang mengenalkan kami dengan Ustadz Abu Humairo Muhamad Fadly. Padahal, kami sudah cukup lama tinggal di Majalengka, karena memang sebagian besar dari kami adalah putra asli Majalengka. Namun, kami belum kenal dengan Ustadz, sehingga kami belum tahu adanya majelis ilmu rutin di sekitar Cideres, Majalengka. Alhamdulillah alladzi binimatihi tatimmus shaalihaat, kami sangat bersyukur kepada Allah azza wa jalla, pertemuan kami dengan orang tersebut adalah awal dari pintu kebaikan. Sebab situlah kami kenal dengan Ustadz, mulai bisa merasakan nikmatnya duduk di majelis ilmu dengan rutin dan sampai pada Allah pun mudahkan langkah kebaikan untuk kami, yakni dengan kami pun bisa membuat sebuah komunitas Islam dan media dakwah. Karena kami memiliki cita-cita ingin menjadi makhluk Allah yang bermanfaat untuk makhluk Allah yang lain, maka kami juga membuat berbagai program sosial, sebagai bentuk kepedulian kami terhadap sesama, dan inilah akhlak yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para Sahabatnya radhiyallahu anhum, sehingga terbentuklah MEDIA DAKWAH & SOSIAL KHIYAAR TV.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here