Beranda Belajar Islam Adab Adab Ketika Mimpi Buruk

Adab Ketika Mimpi Buruk

573
0
BERBAGI

Adab Ketika Mimpi Buruk

Termasuk tanda kesempurnaan syariat Islam yang disampaikan oleh Allah melalui RasulNya adalah mengajarkan semua hal yang ada dalam kehidupan.

Hanya saja, ada sebagian manusia yang berusaha memahaminya dan ada juga yang cuek, lalu melupakannya. Kita akan bisa merasakan dan meyakini betapa sempurnanya agama Islam, ketika kita mau memahami seluruh syariat Islam dengan benar.

Di antara bentuk sempurnanya syariat Islam adalah tentang petunjuk sebuah mimpi. Meskipun Islam tidak mengajarkan umatnya tentang takwil (mengaitkan) mimpi yang dialami namun, bimbingan yang diberikan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sudah sangat cukup untuk menjadi panduan dalam menyikapi mimpi, termasuk mimpi buruk.

A. TERKAIT MIMPI BURUK

1. Mimpi Tidak Semuanya Benar.
Sumber mimpi itu tidak semuanya datang dari Allah azza wa jalla, bisa juga muncul karena bawaan perasaan atau permainan setan.

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا اقْتَرَبَ الزَّمَانُ لَمْ تَكَدْ تَكْذِبُ رُؤْيَا الْمُؤْمِنِ وَرُؤْيَا الْمُؤْمِنِ جُزْءٌ مِنْ سِتَّةٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنْ النُّبُوَّةِ وَمَا كَانَ مِنْ النُّبُوَّةِ فَإِنَّهُ لَا يَكْذِبُ قَالَ مُحَمَّدٌ وَأَنَا أَقُولُ هَذِهِ قَالَ وَكَانَ يُقَالُ الرُّؤْيَا ثَلَاثٌ حَدِيثُ النَّفْسِ وَتَخْوِيفُ الشَّيْطَانِ وَبُشْرَى مِنْ اللَّهِ فَمَنْ رَأَى شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلَا يَقُصَّهُ عَلَى أَحَدٍ وَلْيَقُمْ فَلْيُصَلِّ
“Ketika zaman semakin mendekat, mimpi seorang mukmin nyaris tidak bohong. Dan mimpi seorang mukmin adalah satu bagian dari empat puluh bagian kenabian, dan sesuatu yang berasal dari kenabian tentu tidaklah bohong. Muhammad berkata; Dan aku katakan seperti ini. Dia juga berkata; Ada berita, bahwa mimpi itu ada tiga, yakni sekedar bisikan jiwa, teror dari setan, dan kabar gembira dari Allah. Maka barang siapa bermimpi suatu hal yang tidak disukainya, jangan menceritakannya kepada seorang pun, hendaklah dia bangun dan mengerjakan shalat!”
(HR. Bukhari, No.6499)

2. Mimpi Buruk Berasal Dari Setan.
Sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhu berkata:

لِأَعْرَابِيٍّ جَاءَهُ فَقَالَ إِنِّي حَلَمْتُ أَنَّ رَأْسِي قُطِعَ فَأَنَا أَتَّبِعُهُ فَزَجَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ لَا تُخْبِرْ بِتَلَعُّبِ الشَّيْطَانِ بِكَ فِي الْمَنَامِ
“Bahwa ada seorang Arab dusun datang bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam; Wahai Rasulullah! Aku bermimpi dalam tidurku, kepalaku di penggal lalu aku mengikutinya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam lalu memperingatkan kepadanya; Janganlah kamu menceritakan kepada orang lain tentang permainan setan denganmu ketika kamu tidur.”
(HR. Muslim, No.4211)

B. AMALAN SUNNAH YANG HARUS DILAKUKAN

1. Meludah Ke Arah Kiri Sebanyak 3 Kali.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

الرُّؤْيَا مِنْ اللَّهِ وَالْحُلْمُ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِذَا حَلَمَ أَحَدُكُمْ حُلْمًا يَكْرَهُهُ فَلْيَنْفُثْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلَاثًا وَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ شَرِّهَا فَإِنَّهَا لَنْ تَضُرَّهُ
“Mimpi yang baik datang dari Allah dan mimpi yang buruk datang dari setan. Apabila kamu bermimpi sesuatu yang tidak kamu senangi, maka meludahlah ke kiri tiga kali, kemudian berlindunglah kepada Allah dari bahaya kejahatannya, niscaya dia tidak akan membahayakan.”
(HR. Muslim, No.4195)

الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ مِنْ اللَّهِ وَالرُّؤْيَا السَّوْءُ مِنْ الشَّيْطَانِ فَمَنْ رَأَى رُؤْيَا فَكَرِهَ مِنْهَا شَيْئًا فَلْيَنْفُثْ عَنْ يَسَارِهِ وَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ لَا تَضُرُّهُ وَلَا يُخْبِرْ بِهَا أَحَدًا فَإِنْ رَأَى رُؤْيَا حَسَنَةً فَلْيُبْشِرْ وَلَا يُخْبِرْ إِلَّا مَنْ يُحِبُّ
“Mimpi yang baik berasal dari Allah dan mimpi yang buruk berasal dari setan. Barang siapa yang bermimpi buruk, maka hendaklah dia meludah ke sebelah kirinya dan meminta perlindungan kepada Allah dari godaan setan, niscaya tidak akan membahayakannya. Dan jangan menceritakan mimpi tersebut kepada siapapun. Dan jika dia bermimpi baik, maka bergembiralah dan jangan menceritakannya, kecuali kepada orang yang dikasihi!”
(HR. Muslim, No.4197)

2. Membaca Istiadzah.
Di antara lafazh istiadzah yang bisa diamalkan adalah:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
“Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terajam.”

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ
“Aku berlindung kepada Allah dari gangguan setan yang terajam, dari kegilaannya, kesombongannya, dan nyanyiannya yang tercela.”

أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ
“Aku berlindung kepada Allah yang maha mendengar lagi maha mengetahui dari gangguan setan yang terajam, dari kegilaannya, kesombongannya, dan nyanyiannya yang tercela.”
(HR. Abu Daud, No.658)

Selanjutnya, kita boleh mengamalkan salah satu dari ketiga lafazh istiadzah tersebut.

3. Mengubah Posisi Tidur.
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ الرُّؤْيَا يَكْرَهُهَا فَلْيَبْصُقْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلَاثًا وَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ ثَلَاثًا وَلْيَتَحَوَّلْ عَنْ جَنْبِهِ الَّذِي كَانَ عَلَيْهِ
“Apabila salah seorang di antara kalian bermimpi dengan mimpi yang tidak disenanginya, maka hendaklah dia meludah ke arah kiri sebanyak tiga kali, kemudian berlindunglah kepada Allah dari gangguan setan (membaca istiadzah) sebanyak tiga kali, setelah itu mengubah posisi tidurnya.”
(HR. Muslim, No.4199)

4. Mengerjakan Shalat.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا اقْتَرَبَ الزَّمَانُ لَمْ تَكَدْ رُؤْيَا الْمُسْلِمِ تَكْذِبُ وَأَصْدَقُكُمْ رُؤْيَا أَصْدَقُكُمْ حَدِيثًا وَرُؤْيَا الْمُسْلِمِ جُزْءٌ مِنْ خَمْسٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنْ النُّبُوَّةِ وَالرُّؤْيَا ثَلَاثَةٌ فَرُؤْيَا الصَّالِحَةِ بُشْرَى مِنْ اللَّهِ وَرُؤْيَا تَحْزِينٌ مِنْ الشَّيْطَانِ وَرُؤْيَا مِمَّا يُحَدِّثُ الْمَرْءُ نَفْسَهُ فَإِنْ رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يَكْرَهُ فَلْيَقُمْ فَلْيُصَلِّ وَلَا يُحَدِّثْ بِهَا النَّاسَ
“Apabila hari Kiamat telah dekat, maka sangat jarang mimpi seorang muslim yang tidak benar. Dan mimpi yang paling paling benar adalah mimpi yang selalu bicara benar. Mimpi seorang muslim adalah sebagian dari empat puluh lima macam Nubuwwah (wahyu). Mimpi itu ada tiga macam; Mimpi yang baik sebagai kabar gembira dari Allah, mimpi yang menakutkan atau menyedihkan berasal dari setan, dan mimpi yang muncul karena ilusi. Sebab itu, bangunlah jika kamu bermimpi yang tidak kamu senangi, kemudian shalatlah dan jangan menceritakannya kepada orang lain!”
(HR. Muslim, No.4200)

Selamat mempelajari dan mengamalkannya!
_____
@Kota Angin, Majalengka, Jawa Barat
04 Dzulqadah 1439H/17 Juli 2018M
Penulis; Abu Humairo Muhamad Fadly

BERBAGI
Artikel sebelumnyaAdab Menguap Dan Bersin
Artikel sesudahnyaAdab Ketika Di Dalam Toilet
Khiyaar TV adalah media dakwah dan sosial yang berada di daerah Cideres, Majalengka, Jawa Barat. Khiyaar TV mulai terbentuk pada 08 Ramadhan 1438H/03 Juni 2017M. Berawal dari satu orang dari kami yang menemani perjalanan Ustadz Abu Humairo Muhamad Fadly hafizhahullah mengisi kajian rutin dengan kendaraan pribadi miliknya. Waktu itu Ustadz sedang ada jadwal mengisi kajian daurah Ramadhan di daerah Indramayu (tetangga kota Majalengka). Dari situlah, semuanya bermula. Orang tersebut adalah yang mengenalkan kami dengan Ustadz Abu Humairo Muhamad Fadly. Padahal, kami sudah cukup lama tinggal di Majalengka, karena memang sebagian besar dari kami adalah putra asli Majalengka. Namun, kami belum kenal dengan Ustadz, sehingga kami belum tahu adanya majelis ilmu rutin di sekitar Cideres, Majalengka. Alhamdulillah alladzi binimatihi tatimmus shaalihaat, kami sangat bersyukur kepada Allah azza wa jalla, pertemuan kami dengan orang tersebut adalah awal dari pintu kebaikan. Sebab situlah kami kenal dengan Ustadz, mulai bisa merasakan nikmatnya duduk di majelis ilmu dengan rutin dan sampai pada Allah pun mudahkan langkah kebaikan untuk kami, yakni dengan kami pun bisa membuat sebuah komunitas Islam dan media dakwah. Karena kami memiliki cita-cita ingin menjadi makhluk Allah yang bermanfaat untuk makhluk Allah yang lain, maka kami juga membuat berbagai program sosial, sebagai bentuk kepedulian kami terhadap sesama, dan inilah akhlak yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para Sahabatnya radhiyallahu anhum, sehingga terbentuklah MEDIA DAKWAH & SOSIAL KHIYAAR TV.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here