Beranda Belajar Islam Doa Bekal Menghadapi Persalinan

Bekal Menghadapi Persalinan

312
0
BERBAGI

Bekal Menghadapi Persalinan

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sudah mengajarkan dzikir dan doa untuk keselamatan bayi yang akan dilahirkan dan kebaikan untuk kedua orang tuanya.

Kondisi saat melahirkan merupakan kondisi yang menggelisahkan dan mengkhawatirkan.

Maka agar diberikan kemudahan dalam proses persalinannya, bacalah doa;

أَللَّهُ أَللَّهُ رَبِّي لَا أُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا
“Allah, Allah adalah Rabbku, aku tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apa pun.”

Sebagaimana Asma binti Umais radhiyallahu anhumaa bercerita;

قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا أُعَلِّمُكِ كَلِمَاتٍ تَقُولِينَهُنَّ عِنْدَ الْكَرْبِ أَوْ فِي الْكَرْبِ: أَللَّهُ أَللَّهُ رَبِّي لَا أُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا
“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata kepadaku: Maukah aku ajarkan kepadamu kalimat-kalimat yang bisa kamu baca ketika dalam keadaan susah, yaitu: Allah, Allah adalah Rabbku, aku tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apa pun.”
(HR. Abu Dawud, no.1525. Sanad hadits ini hasan)

Doa tersebut adalah doa agar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam segala hal, termasuk proses bersalin (melahirkan).

Saat-saat persalinan adalah keadaan yang paling berat serta sulit bagi para wanita dan bayinya, karena di dalamnya terdapat berbagai kesusahan dan ujian. Pada saat seperti itu seorang wanita diuji dengan ujian yang sangat berat. Sehingga Allah dan RasulNya mengajarkan dzikir serta doa kepada kita untuk dibaca pada saat mengalami keadaan yang sulit dan sempit.

Satu hal yang perlu kita ingat, bahwa dalam keadaan sesempit dan sesulit apa pun, mohonlah pertolongan hanya kepada Allah azza wa jalla. Karena hanya Allah yang mampu mengabulkan semua harapan dan keinginan para hambaNya.

Sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ جَهْدِ الْبَلاَءِ وَدَرَكِ الشَّقَاءِ وَسُوءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاءِ
“Berlindunglah kalian kepada Allah dari kerasnya musibah, turunnya kesengsaraan (kesulitan) yang terus menerus, buruknya qadha serta kesenangan musuh atas musibah yang menimpa kalian!”
(HR. Imam Bukhari, no.6126)

Di antara dzikir serta doa yang bisa kita hafalkan untuk diamalkan pada saat mengalami berbagai keadaan yang sulit, seperti proses persalinan adalah;

رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
“Wahai Rabb Kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisiMu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.”
(Surat Al-Kahfi: ayat 10)

لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ
“Tidak ada Rabb yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau, maha suci Engkau. Sungguh, aku ini termasuk orang-orang yang zhalim.”
(Surat Al-Anbiya: ayat 87)

وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَٰتِ ٱلشَّيَٰطِينِ. وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ
“Dan katakanlah: Wahai Rabbku, aku berlindung kepadaMu dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung juga kepadaMu wahai Rabbku, agar mereka tidak mendekatiku.”
(Surat Al-Muminun: ayat 97-98)

اَللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً، وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً
“Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali sesuatu yang Engkau jadikan mudah. Sedangkan, yang susah bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya.”
(HR. Ibnu Hibban, no.2427)

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ
“Tiada Rabb selain Allah yang maha agung dan maha penyantun. Tiada Rabb selain Allah, Rabb penguasa arsy yang agung. Tiada Rabb selain Allah, Rabb langit dan bumi, serta Rabb arsy yang mulia.”
(HR. Imam Bukhari, no.5870)

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ، وَارْحَمْنِيْ، وَاهْدِنِيْ، وَعَافِنِيْ، وَارْزُقْنِيْ
“Ya Allah ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah petunjuk kepadaku, selamatkanlah aku (dari penyakit dan dari setiap yang tidak kuinginkan) dan berilah rezeki kepadaku!”
(HR. Abu Dawud, no.724. Syaikh Al-Albani menyatakan hadits ini hasan)

لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ…ثَلَاثَ مَرَّاتٍ
“Dengan menyebutkan nama Allah yang tidak ada sesuatu pun dengan menyebut namaNya dapat membahayakan di bumi mau pun di langit, dan Dia maha mendengar lagi maha mengetahui…dibaca sebanyak tiga kali.”
(HR. At-Tirmidzi, no.3310. Hadits ini hasan shahih)

اَللّٰهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُوْ فَلاَ تَكِلْنِيْ إِلٰى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
“Ya Allah, hanya rahmatMu yang aku harapkan. Maka, jangan Engkau biarkan diriku sendiri sekejap mata pun dan perbaikilah semua urusanku! Tidak ada ilah selain Engkau.”
(Shahih Al-Adab Al-Mufrad, no.539)

Bagi teman-teman yang belum hafal, segera hafalkan agar bisa diamalkan untuk diri sendiri dan diajarkan juga kepada orang lain yang sedang melahirkan dan mengalami berbagai keadaan sulit lainnya.

Intinya, dalam keadaan apa pun selalu ingatlah kepada Allah dan bertaqwalah kepada Allah dengan mengerjakan semua perintahNya dan meninggalkan semua laranganNya! Salah satu bentuk konsekuensi dari taqwa pada saat proses persalinan adalah tetap berusaha menjaga aurat agar tidak sampai terlihat oleh orang-orang yang tidak halal dan berhak melihatnya. Sehingga pihak keluarga dan si wanita tersebut harus bisa bekerja sama untuk mengkondisikan tempat yang dijadikan proses persalinan tersebut. Untuk mengetahui batasan aurat laki-laki dan perempuan dalam Islam, silakan bisa baca tulisan Penulis yang berjudul: ADAB BERPENAMPILAN!

Berusahalah untuk tetap tenang dalam menghadapi berbagai kesulitan! Karena Allah sudah menjanjikan setelah kesulitan pasti ada kemudahan.

Sebagaimana Allah azza wa jalla berfirman;

فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا. إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
(Surat Asy-Syarh: ayat 5-6)

Setelah proses persalinan selesai, jangan lupa untuk mendoakan bayi yang baru dilahirkan tersebut!

1. Doa Istri Imran (Ibunda Maryam)

• Jika bayi laki-laki, maka bacakanlah doa;

اَللَّهُمَّ إِنِّي أُعِيذُهُ بِكَ وَذُرِّيَّتَهُ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
“Ya Allah, aku memohon perlindungan kepadaMu untuknya dan keturunannya dari setan yang terajam.”

• Jika bayi perempuan, maka bacakanlah doa;

اَللَّهُمَّ إِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
“Ya Allah, aku memohon perlindungan kepadaMu untuknya dan keturunannya dari setan yang terajam.”

Doa memohon perlindungan dari setan untuk anak tersebut adalah suatu doa yang pernah dipraktekkan oleh istri Imran, yang merupakan ibunya Maryam.

Allah azza wa jalla menceritakan kejadian ketika istri Imran melahirkan Maryam. Allah berfirman;

فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّى وَضَعْتُهَآ أُنثَىٰ وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ ٱلذَّكَرُ كَٱلْأُنثَىٰ ۖ وَإِنِّى سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ: وَإِنِّىٓ أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ ٱلشَّيْطَٰنِ ٱلرَّجِيمِ
“Maka ketika melahirkannya, dia berkata: Wahai Rabbku, aku telah melahirkan anak perempuan. Padahal Allah lebih tahu apa yang dia lahirkan, dan laki-laki tidak sama dengan perempuan. Dan aku memberinya nama Maryam, dan aku memohon perlindunganMu untuknya dan anak-cucunya dari gangguan setan yang terajam.”
(Surat Ali Imran: ayat 36)

Satu bukti nyata yang istimewa dari doa ibunda Maryam tersebut, ketika Maryam lahir, dia tidak diganggu oleh setan, demikian juga ketika Nabi Isa alaihissalam dilahirkan.

Sebagaimana Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu bercerita;

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ بَنِي آدَمَ مَوْلُودٌ إِلَّا يَمَسُّهُ الشَّيْطَانُ حِينَ يُولَدُ فَيَسْتَهِلُّ صَارِخًا مِنْ مَسِّ الشَّيْطَانِ غَيْرَ مَرْيَمَ وَابْنِهَا
“Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Tidak ada seorang pun dari anak keturunan Adam yang dilahirkan, kecuali dia disentuh oleh setan saat dilahirkan, maka dia akan berteriak (menangis dengan keras) karena sentuhan setan tersebut, kecuali Maryam dan anaknya.”
(HR. Imam Bukhari, no.3177)

2. Doa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam

• Jika bayi laki-laki, maka bacakanlah doa;

أُعِيْذُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
“Aku memohon perlindungan untukmu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu, dan dari pandangan mata buruk (hasad).”

• Jika bayi perempuan, maka bacakanlah doa;

أُعِيْذُكِ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
“Aku memohon perlindungan untukmu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu, dan dari pandangan mata buruk (hasad).”

Doa memohon perlindungan dari setan untuk anak tersebut adalah suatu doa yang pernah dipraktekkan oleh Rasulullah kepada kedua cucunya.

Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhumaa bercerita;

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَوِّذُ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ وَيَقُولُ إِنَّ أَبَاكُمَا كَانَ يُعَوِّذُ بِهَا إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
“Nabi shallallahu alaihi wa sallam biasa memohonkan perlindungan untuk Al-Hasan dan Al-Husein (dua cucu Beliau) dan berkata: Sesungguhnya nenek moyang kamu (Ibrahim) pernah memohonkan perlindungan untuk Ismail dan Ishaq dengan kalimat: Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan dan segala makhluq berbisa dan begitu pun dari setiap mata jahat yang mendatangkan petaka.”
(HR. Imam Bukhari, no.3120)

Mari kita hafalkan dan amalkan doa-doa tersebut untuk melindungi diri kita dan anak keturunan kita dari gangguan setan!

Selain itu, jika kita melihat ada saudara-saudari muslim yang Allah karuniai anak kepada mereka (baru melahirkan), maka ucapkanlah selamat kepada mereka dengan membaca doa;

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِي الْمَوْهُوْبِ لَكَ، وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ، وَبَلَغَ أَشُدَّهُ، وَرُزِقْتَ بِرَّهُ
“Semoga Allah memberkahimu dalam anak yang diberikan kepadamu. Semoga kamu bersyukur kepada sang pemberi (Allah), dan semoga dia dapat mencapai dewasa, serta kamu dikaruniai kebaikannya.”

Sedangkan, untuk orang yang diberi ucapan selamat atau doa tersebut hendaknya membalas dengan mengucapkan doa;

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ، وَجَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا، وَرَزَقَكَ اللَّهُ مِثْلَهُ، وَأَجْزَلَ ثَوَابَكَ
“Semoga Allah juga memberkahimu dan melimpahkan kebahagiaan untukmu. Semoga Allah membalasmu dengan sebaik-baik balasan, mengaruniakan kepadamu seperti itu dan melipatgandakan pahalamu.”
(Al-Adzkar, hlm.349)

Silakan, teman-teman bisa mengamalkan seluruh doa-doa tersebut atau salah satunya!

Catatan: Lafazh doa atau dzikir yang sudah tercantum di atas adalah sebagian dari lafazh doa atau dzikir yang sesuai syariat Islam dan disunnahkan untuk diamalkan dengan istiqamah. Masih banyak doa atau dzikir lainnya yang bisa kita amalkan.

Semoga tulisan ini menjadi ilmu yang bermanfaat dan amal shalih. Aamiin!
_____
@Kota Angin Majalengka, Jawa Barat.
09 Dzulhijjah 1439H/21 Agustus 2018M.

Penulis: Abu Humairo Muhamad Fadly

BERBAGI
Artikel sebelumnyaKetika Buah Hati Belum Dimiliki
Artikel sesudahnyaAdab Bangun Tidur
Khiyaar TV adalah media dakwah dan sosial yang berada di daerah Cideres, Majalengka, Jawa Barat. Khiyaar TV mulai terbentuk pada 08 Ramadhan 1438H/03 Juni 2017M. Berawal dari satu orang dari kami yang menemani perjalanan Ustadz Abu Humairo Muhamad Fadly hafizhahullah mengisi kajian rutin dengan kendaraan pribadi miliknya. Waktu itu Ustadz sedang ada jadwal mengisi kajian daurah Ramadhan di daerah Indramayu (tetangga kota Majalengka). Dari situlah, semuanya bermula. Orang tersebut adalah yang mengenalkan kami dengan Ustadz Abu Humairo Muhamad Fadly. Padahal, kami sudah cukup lama tinggal di Majalengka, karena memang sebagian besar dari kami adalah putra asli Majalengka. Namun, kami belum kenal dengan Ustadz, sehingga kami belum tahu adanya majelis ilmu rutin di sekitar Cideres, Majalengka. Alhamdulillah alladzi binimatihi tatimmus shaalihaat, kami sangat bersyukur kepada Allah azza wa jalla, pertemuan kami dengan orang tersebut adalah awal dari pintu kebaikan. Sebab situlah kami kenal dengan Ustadz, mulai bisa merasakan nikmatnya duduk di majelis ilmu dengan rutin dan sampai pada Allah pun mudahkan langkah kebaikan untuk kami, yakni dengan kami pun bisa membuat sebuah komunitas Islam dan media dakwah. Karena kami memiliki cita-cita ingin menjadi makhluk Allah yang bermanfaat untuk makhluk Allah yang lain, maka kami juga membuat berbagai program sosial, sebagai bentuk kepedulian kami terhadap sesama, dan inilah akhlak yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para Sahabatnya radhiyallahu anhum, sehingga terbentuklah MEDIA DAKWAH & SOSIAL KHIYAAR TV.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here