Beranda Belajar Islam Amalan HANTARKAN MAKANAN, REDAKAN KELAPARAN, DAPATKAN KEBERKAHAN

HANTARKAN MAKANAN, REDAKAN KELAPARAN, DAPATKAN KEBERKAHAN

93
0
BERBAGI

HANTARKAN MAKANAN, REDAKAN KELAPARAN, DAPATKAN KEBERKAHAN

Saudara-saudari kami, yang dicintai karena Allah!

Alhamdulillah, kembali hadir kesempatan emas untuk siapa pun yang ingin mendapatkan pahala sedekah, pahala memberi makan, dan juga pahala puasa.

Allah azza wa jalla berfirman:

إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقٰتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضٰعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah (pria dan wanita), dan memberikan pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka akan dilipat gandakan (balasan pinjamannya) untuk mereka, dan mereka akan mendapatkan pahala yang banyak (berharga).”
(QS. Al-hadid, Ayat 18)

Rasul Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا فَقَامَ أَعْرَابِىٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ
“Sesungguhnya di Surga terdapat kamar-kamar yang bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luar. Lalu seorang Arab baduwi berdiri sambil berkata; Wahai Rasulullah, untuk siapakah kamar-kamar tersebut? Rasulullah menjawab; Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, yang senantiasa berpuasa, dan shalat pada malam hari pada saat manusia sedang tidur.”
(HR. Tirmidzi, No.1984. Syaikh Al-albani menyatakan hadits ini hasan)

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
“Barang siapa yang memberi makan orang yang berbuka puasa, maka dia mendapatkan seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun.”
(HR. Tirmidzi, No.735)

Semua karena kemudahan dari Allah, berawal dari insiatif untuk berbagi manfaat kepada masyarakat dengan memberikan beberapa porsi makanan sesuai kemampuan, walhamdulillah hal program tersebut perlahan bisa terus dilakukan meskipun dengan waktu dan jumlah yang tidak ditentukan.

Sejak awal, program tersebut dilakukan hanya sambilan dan menyesuaikan dengan kemampuan, sehingga program tersebut tidak diekspos pada media sosial Khiyaar TV. Di antara sebabnya, karena teringat dengan kisah fenomenal dari cucu Sahabat Ali radhiyallahu anhu, yakni Imam Zainul Abidin Ali bin Al-husain bin Ali rahimahullah.

Ketika masih hidup, setiap malam hari beliau biasa memikul karung berisi roti (makanan). Lalu beliau membagikan roti-roti tersebut ke setiap rumah secara sembunyi-sembunyi. Beliau berkata:

إِنَّ صَدَقَةَ السِّرِّ تُطْفِىءُ غَضَبَ الرَّبِّ تَبَارَكَ وَ تَعَالَى
“Sesungguhnya sedekah secara sembunyi-sembunyi akan meredam kemarahan (murka) Allah azza wa jalla.” (HR. Albani, Shahih At-targhib, No.888. Hadits ini hasan lighairihi). Pada saat itu, para penduduk Madinah tidak mengetahui sosok yang biasa memberi mereka makan. Ketika Ali bin Al-husain sudah wafat, mereka juga sudah tidak lagi mendapatkan kiriman makanan setiap malamnya. Karena pada saat dimandikan, di punggung Ali bin Al-husain terlihat bekas hitam disebabkan seringnya memikul karung makanan yang dibagikan kepada orang miskin Madinah di setiap malam hari. Subhanallah, mungkin kita sudah tidak pernah melihat lagi sosok seperti itu di muka bumi ini.
(Hilyatu Al-auliya, 3;136)

Allah azza wa jalla memberikan karunia berupa kekayaan yang melimpah kepada Ali bin Husain rahimahullah. Perdagangannya selalu untung dan tanah pertaniannya selalu subur yang dikelola oleh para budaknya. Makin hari makin maju perdagangan dan pertaniannya, dan semakin bertambah banyak juga hartanya.

Kekayaannya dimanfaatkan untuk membangun jalan menuju Surga. Seperti itulah, kekayaan akan menjadi indah di tangan hamba yang shalih. Dan di antara amal shalih yang beliau sukai adalah bersedekah dengan sembunyi-sembunyi.

Imam Asy-syafii rahimahullah berkata:
“Sudah seharusnya bagi orang yang berilmu memiliki amalan rahasia yang tersembunyi, hanya Allah dan dirinya yang mengetahui. Karena segala sesuatu yang ditampakkan di hadapan manusia akan sedikit sekali manfaatnya di akhirat kelak.”
(Tathiru Al-anfas Min Haditsi Al-ikhlash, Hal.232)

Silakan, bisa ikut memberikan makan sesuai kemampuannya dan berapa pun porsinya. Pemberian yang sedikit saja bisa bermanfaat apalagi kalau banyak, tentu akan sangat bermanfaat.

Cukup dengan 10.000,-/porsi makanan, insyaallah bisa menjadi sebab kita mendapatkan ragam pahala sedekah, pahala memberi makan, dan juga pahala puasa.

Insyaallah makanan kita akan dihantaran kepada kaum muslimin, di antaranya:
– Fakir-miskin.
– Aktivis dakwah.
– Tokoh masyarakat.
– Pasien COVID-19 dan keluarganya.
– Tetangga yang keterbatasan ekonomi.
– Masjid yang biasa menyediakan menu buka puasa.

Hantarkan makanan kita untuk mendapatkan Surga melalui:
Bank Mandiri (kode 008); 134-00-1698054-1
A.n; Muhamad Fadly
Konfirmasi; 0812-2060-5065

اَللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِيْ وَاسْقِ مَنْ سَقَانِيْ
“Ya Allah, berilah makan kepada orang yang memberi makan dan berilah minum kepada orang yang memberi minum!” Aamiin.
(HR. Muslim, No.2055)

* Insyaallah program ini selalu dibuka, hingga adanya konfirmasi ditutup.
* Mohon berikan konfirmasi mengenai jumlah porsi yang sudah disalurkan.
* Setiap jadwal penghantaran makanan dikumpulkan sehari sebelumnya.

•┈┈┈┈•◈◉✹❒📚❒✹◉◈•┈┈┈┈•
• Website: Khiyaar.com
• YouTube: youtube.com/KhiyaarTV
• Facebook: facebook.com/khiyaartv
• Instagram: instagram.com/khiyaartv
• Streaming: facebook.com/pg/khiyaartv/live_videos/

BERBAGI
Artikel sebelumnyaEbook; Ketika Usiaku Menginjak 40 Tahun
Khiyaar TV adalah media dakwah dan sosial yang berada di daerah Cideres, Majalengka, Jawa Barat. Khiyaar TV mulai terbentuk pada 08 Ramadhan 1438H/03 Juni 2017M. Berawal dari satu orang dari kami yang menemani perjalanan Ustadz Abu Humairo Muhamad Fadly hafizhahullah mengisi kajian rutin dengan kendaraan pribadi miliknya. Waktu itu Ustadz sedang ada jadwal mengisi kajian daurah Ramadhan di daerah Indramayu (tetangga kota Majalengka). Dari situlah, semuanya bermula. Orang tersebut adalah yang mengenalkan kami dengan Ustadz Abu Humairo Muhamad Fadly. Padahal, kami sudah cukup lama tinggal di Majalengka, karena memang sebagian besar dari kami adalah putra asli Majalengka. Namun, kami belum kenal dengan Ustadz, sehingga kami belum tahu adanya majelis ilmu rutin di sekitar Cideres, Majalengka. Alhamdulillah alladzi binimatihi tatimmus shaalihaat, kami sangat bersyukur kepada Allah azza wa jalla, pertemuan kami dengan orang tersebut adalah awal dari pintu kebaikan. Sebab situlah kami kenal dengan Ustadz, mulai bisa merasakan nikmatnya duduk di majelis ilmu dengan rutin dan sampai pada Allah pun mudahkan langkah kebaikan untuk kami, yakni dengan kami pun bisa membuat sebuah komunitas Islam dan media dakwah. Karena kami memiliki cita-cita ingin menjadi makhluk Allah yang bermanfaat untuk makhluk Allah yang lain, maka kami juga membuat berbagai program sosial, sebagai bentuk kepedulian kami terhadap sesama, dan inilah akhlak yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para Sahabatnya radhiyallahu anhum, sehingga terbentuklah MEDIA DAKWAH & SOSIAL KHIYAAR TV.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here