Beranda Belajar Islam Adab Adab Buka Puasa

Adab Buka Puasa

99
0
BERBAGI

๐Ÿ“ƒ Pertanyaan;

Ustadz, apa saja adab-adab buka puasa? Mohon penjelasannya, agar puasa kami bisa sempurna dengan menjalankan sunnah. Jazaakumullaahu khaira.

๐Ÿ“ Jawaban;

Termasuk adab dalam berbuka puasa yang harus dilakukan oleh setiap muslim yang berpuasa adalah berdoa dan berdzikir. Karena hal ini yang sering dilupakan oleh umat Islam yang sedang berpuasa.

Di antara adab-adab yang harus dilakukan pada saat berbuka puasa adalah;

a. Banyak berdoa.
Perlu diketahui, bahwa waktu ketika berbuka puasa itu termasuk salah satu waktu terkabulnya doa (mustajab).

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

โ€ŽุซูŽู„ูŽุงุซู ุฏูŽุนูŽูˆูŽุงุชู ู„ูŽุง ุชูุฑูŽุฏู‘ุŒ ุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู’ูˆูŽุงู„ูุฏูุŒ ูˆูŽุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ุตู‘ู€ูŽุงุฆูู…ูุŒ ูˆูŽุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูุณูŽุงููุฑู
โ€œAda 3 orang yang doanya tidak ditolak (pasti dikabulkan): Doa orang tua kepada anaknya, doa orang yang berpuasa ketika berbuka, dan doa orang yang sedang dalam perjalanan jauh (musafir).โ€
(HR. Al-Baihaqi, 3:345)

b. Membaca bismillah sebelum makan.
Ketika akan membatalkan puasa dengan makan atau minum, bacalah bismillah! Sebagaimana Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

โ€ŽุฅูุฐูŽุง ุฃูŽูƒูŽู„ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ููŽู„ู’ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑู ุงุณู’ู…ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ููŽุฅูู†ู’ ู†ูŽุณูู‰ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑูŽ ุงุณู’ู…ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ููู‰ ุฃูŽูˆู‘ู„ูู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽู‚ูู„ู’: ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽูˆู‘ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุขุฎูุฑูŽู‡ู
โ€œApabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya dia menyebut nama Allah (mengucapkan bismillah). Jika dia lupa untuk menyebut nama Allah di awal, hendaklah dia mengucapkan: Bismillaahi awwalahu wa aakhirahu (dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhirnya).โ€
(HR. At-Tirmidzi, no.1858, beliau mengatakan hadits ini hasan shahih)

c. Membaca doa buka puasa.
Setelah membatalkan puasa dengan mengucapkan bismillah sebelumnya, maka selanjutnya kita membaca doa sebagaimana yang dibaca oleh Rasulullah;

โ€ŽุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุงู„ุธู‘ู€ูŽู…ูŽุฃู ูˆูŽุงุจู’ุชูŽู„ู‘ู€ูŽุชู ุงู„ู’ุนูุฑููˆู‚ูุŒ ูˆูŽุซูŽุจูŽุชูŽ ุงู„ู’ุฃูŽุฌู’ุฑู ุฅูู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู
โ€œTelah hilang dahaga, telah basah kerongkongan dan semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki.โ€
(HR. Abu Dawud, no.2357. Syaikh Al-Albani mengatakan hadits ini hasan)

Ada pun doa buka puasa lainnya, yang merupakan atsar dari perkataan Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiyallahu anhuma;

โ€ŽุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฅู†ูู‘ูŠ ุฃูŽุณู’ุฃู„ููƒูŽ ุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุชููƒูŽ ุงู„ูŽู‘ุชููŠ ูˆูŽุณูุนูŽุชู’ ูƒูู„ูŽู‘ ุดูŽูŠู’ุกูุŒ ุฃู†ู’ ุชูŽุบู’ููุฑูŽ ู„ููŠู’
โ€œYa Allah, aku memohon rahmatMu yang meliputi segala sesuatu, yang dengannya Engkau mengampuniku.โ€
(HR. Ibnu Majah, no.1753. Al-Hafizh mengatakan hadits ini hasan)

โ€ข Kapan doa buka puasa tersebut dibaca?
Secara zhahir, doa buka puasa tersebut dibaca setelah membatalkan puasa. Silakan simak kembali lafazh doa di atas!

โ€ข Kenapa dibaca setelah membatalkan puasa?
Periwayat hadits adalah Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma. Pada awal hadits terdapat redaksi, Abdullah bin Umar berkata: Jika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah berbuka puasa, beliau mengucapkan (doa tersebut).

Yang dimaksud dengan ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽูู’ุทูŽุฑูŽ adalah apabila setelah makan atau minum. Karena dari sisi bahasa (lughah), kata ุฃูŽูู’ุทูŽุฑูŽ menggunakan fiil madhi yaitu bentuk kata kerja lampau (sudah terjadi). Maka diartikan ke dalam bahasa Indonesia sebagai โ€˜telah berbukaโ€™. Berdasarkan tinjauan ini, maka diambil kesimpulan doa tersebut dibaca setelah berbuka puasa, yang menandakan bahwa orang yang berpuasa tersebut telah โ€˜membatalkanโ€™ puasanya pada waktunya (yaitu ghurubusy syams atau terbenamnya matahari). Oleh karena itu, doa ini tidak dibaca sebelum makan atau minum ketika akan berbuka. Karena ketika sebelum makan atau minum, kita disunnahkan membaca bismillah terlebih dahulu, bukan membaca doa buka puasa.

Sebagaimana Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

โ€ŽุฅูุฐูŽุง ุฃูŽูƒูŽู„ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ููŽู„ู’ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑู ุงุณู’ู…ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ููŽุฅูู†ู’ ู†ูŽุณูู‰ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑูŽ ุงุณู’ู…ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ููู‰ ุฃูŽูˆู‘ู„ูู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽู‚ูู„ู’: ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽูˆู‘ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุขุฎูุฑูŽู‡ู
โ€œApabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya dia menyebut nama Allah. Jika dia lupa untuk menyebut nama Allah di awal, hendaklah dia mengucapkan: Bismillaahi awwalahu wa aakhirahu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya).โ€

Setelah menikmati hidangan berbuka, jangan lupa baca doa setelah makan!

โ€ŽุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ ุฃูŽุทู’ุนูŽู…ูŽู†ููŠู’ ู‡ูŽู€ูฐุฐูŽุง ูˆูŽุฑูŽุฒูŽู‚ูŽู†ููŠู’ู‡ูุŒ ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุญูŽูˆู’ู„ู ู…ูู†ูู‘ูŠู’ ูˆูŽู„ุงูŽ ู‚ููˆูŽู‘ุฉู
โ€œSegala puji hanya untuk Allah yang telah memberiku makanan ini dan memberi rezeki kepadaku, tanpa daya dan kekuatan dariku.โ€
(HR. At-Tirmidzi, no.3458, beliau dan ulama lainnya menghasankan hadits ini)

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda;
โ€œBarang siapa yang makan makanan, kemudian setelahnya mengucapkan doa di atas, maka diampuni dosanya yang telah lalu.โ€

Mari kita hafalkan dan amalkan dengan rutin! Dan hendaknya doa ini dibaca juga setiap setelah makan.

* Ada beberapa doa berbuka puasa yang sebetulnya tidak shahih (dhaif) namun, sering dibaca dan diamalkan oleh umat Islam yang sedang berpuasa, di antaranya;

โ€Žุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู€ู…ู‘ ู„ูŽูƒูŽ ุตูู…ู’ุชูุŒ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูุฒู’ู‚ููƒูŽ ุฃูŽูู’ุทูŽุฑู’ุชู
โ€œYa Allah untukMu aku berpuasa dan atas rezekiMu aku berbuka.โ€

Ada pun teks hadits secara lengkapnya;

โ€ŽุนูŽู†ู’ ู…ูุนูŽุงุฐู ุจู’ู†ู ุฒูู‡ู’ุฑูŽุฉูŽุŒ ุฃูŽู†ู‘ู‡ู ุจูŽู„ูŽุบูŽู‡ู ุฃูŽู†ู‘ ุงู„ู†ู‘ุจููŠู‘ ุตูŽู„ู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ู…ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽูู’ุทูŽุฑูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ู‘ ู„ูŽูƒูŽ ุตูู…ู’ุชูุŒ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูุฒู’ู‚ููƒูŽ ุฃูŽูู’ุทูŽุฑู’ุชู
โ€œDari Muadz bin Zuhrah, bahwasanya telah sampai kepadanya, sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam, apabila berbuka (puasa) beliau mengucapkan: Allahumma Laka Sumtu Wa Ala Rizqika Afthartu (Ya Allah untukMu aku berpuasa dan atas rezekiMu aku berbuka).โ€
(HR. Abu Dawud, no.2358)

Ternyata sanad hadits ini mempunyai dua cacat, di antaranya;
โ€ขPertama: Hadits tersebut merupakan hadits Mursal, karena Muadz bin Abi Zuhrah adalah seorang Tabiin bukan Sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

Hadits Mursal adalah: seorang Tabiin meriwayatkan langsung dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, tanpa perantara Sahabat dan langsung dinisbatkan kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

โ€ขKedua: Selain itu, Muadz bin Abi Zuhrah ini seorang perawi yang majhul (tidak dikenal). Tidak ada yang meriwayatkan darinya, kecuali Hushain bin Abdurrahman. Sedangkan, Ibnu Abi Hatim di dalam kitabnya Jarh Wa At-Tadil tidak menerangkan tentang celaan dan pujian baginya.

Hadits mursal merupakan hadits dhaif karena sanadnya terputus. Syaikh Al-Albani pun berpendapat bahwasanya hadits tersebut dhaif.
(Irwau Al-Ghalil, 4:38)

Hadits semacam ini juga dikeluarkan oleh Ath-Thabrani dari Sahabat Anas bin Malik. Namun, sanadnya terdapat perawi dhaif yaitu Daud bin Az-Zibriqan, dia adalah seorang perawi matruk (yang haditsnya ditinggalkan) sebagaimana Al-Hafizh menilai Dawud bin Az-Zibriqan sebagai matruk.
(Taqribu At-Tahdzib, no.1795)

Berarti dari riwayat ini juga sama dhaif. Syaikh Al-Albani pun menyatakan riwayat ini dhaif.
(Irwau Al-Ghalil, 4:37-38)

* Makanan apa yang dimakan pada saat berbuka puasa?
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menganjurkan kepada umatnya agar berbuka puasa dengan;
โ€ขRuthab (kurma matang berwarna coklat muda dan masih basah)
โ€ขTamr (kurma matang yang sudah kering)
โ€ขAir minum

Hal ini berdasarkan dalil yang shahih;

โ€ŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ู‡ู ุตูŽู„ู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ู…ูŽ ูŠููู’ุทูุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูุทูŽุจูŽุงุชู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุตูŽู„ู‘ู€ููŠูŽุŒ ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽูƒูู†ู’ ุฑูุทูŽุจูŽุงุชูŒุŒ ููŽุนูŽู„ูŽู‰ ุชูŽู…ูŽุฑูŽุงุชูุŒ ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽูƒูู†ู’ ุญูŽุณูŽุง ุญูŽุณูŽูˆูŽุงุชู ู…ูู†ู’ ู…ูŽุงุกู
โ€œRasulullah shallallahu alaihi wa sallam berbuka dengan beberapa ruthab (kurma matang namun, masih basah) sebelum melakukan shalat (Maghrib), jika tidak ada ruthab maka dengan beberapa tamr (kurma matang kering), jika itu tidak ada maka beliau meminum air beberapa kali tegukan.โ€
(HR. Abu Dawud, no.2356, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)

Hadits di atas mengandung beberapa pelajaran berharga, di antaranya;

-Dianjurkannya untuk berbuka puasa dengan ruthab (kurma basah), apabila tidak ada maka boleh memakan tamr (kurma kering), jika tidak ada pula maka minumlah air.

-Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berbuka dengan beberapa buah kurma sebelum melaksanakan shalat. Hal ini merupakan strategi pengaturan yang sangat cermat, karena puasa itu mengosongkan perut dari makanan, sehingga hati tidak mendapatkan suplai makanan dari perut dan tidak dapat mengirimnya ke seluruh sel-sel tubuh. Selain itu, rasa manis merupakan sesuatu yang sangat cepat meresap dan paling disukai hati, apalagi kalau dalam keadaan basah. Setelah itu, hati pun memproses dan melumatnya serta mengirim zat yang dihasilkannya ke seluruh anggota tubuh dan otak. Air adalah pembersih bagi usus manusia dan itulah yang berlaku alamiyah hingga saat ini.
(Taudhihu Al-Ahkam Min Bulughi Al-Maram, 3:477)

-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah memberikan penjelasan tentang hadits di atas;
โ€œCara Nabi shallallahu alaihi wa sallam berbuka puasa dengan menyantap kurma atau air mengandung hikmah yang sangat mendalam. Karena saat berpuasa lambung kosong dari makanan apa pun, sehingga tidak ada sesuatu yang amat sesuai untuk liver (hati) yang dapat disuplai langsung ke seluruh organ tubuh serta langsung menjadi energi, selain kurma dan air. Karbohidrat yang ada dalam kurma akan lebih mudah sampai ke liver dan lebih cocok dengan kondisi organ tersebut. Terutama sekali, kurma matang yang masih segar. Liver akan lebih mudah menerimanya sehingga sangat berguna bagi organ ini sekaligus juga dapat langsung diproses menjadi energi. Kalau tidak ada kurma basah, kurma kering pun baik, karena mempunyai kandungan unsur gula yang tinggi juga. Bila tidak ada, cukup beberapa teguk air untuk mendinginkan panasnya lambung akibat puasa, sehingga dapat siap menerima makanan sesudah itu.โ€
(Ath-Thib An-Nabawy, hlm.309)

Jadi yang sesuai dengan sunnah Nabi, ketika akan buka puasa namun, tidak ada kurma, minumlah air! Bukan kolak atau semisalnya.

Dijawab oleh: Abu Humairo Muhamad Fadly

BERBAGI
Artikel sebelumnyaGaris Finis
Artikel sesudahnyaINI YANG TERAKHIR
Khiyaar TV adalah media dakwah dan sosial yang berada di daerah Cideres, Majalengka, Jawa Barat. Khiyaar TV mulai terbentuk pada 08 Ramadhan 1438H/03 Juni 2017M. Berawal dari satu orang dari kami yang menemani perjalanan Ustadz Abu Humairo Muhamad Fadly hafizhahullah mengisi kajian rutin dengan kendaraan pribadi miliknya. Waktu itu Ustadz sedang ada jadwal mengisi kajian daurah Ramadhan di daerah Indramayu (tetangga kota Majalengka). Dari situlah, semuanya bermula. Orang tersebut adalah yang mengenalkan kami dengan Ustadz Abu Humairo Muhamad Fadly. Padahal, kami sudah cukup lama tinggal di Majalengka, karena memang sebagian besar dari kami adalah putra asli Majalengka. Namun, kami belum kenal dengan Ustadz, sehingga kami belum tahu adanya majelis ilmu rutin di sekitar Cideres, Majalengka. Alhamdulillah alladzi binimatihi tatimmus shaalihaat, kami sangat bersyukur kepada Allah azza wa jalla, pertemuan kami dengan orang tersebut adalah awal dari pintu kebaikan. Sebab situlah kami kenal dengan Ustadz, mulai bisa merasakan nikmatnya duduk di majelis ilmu dengan rutin dan sampai pada Allah pun mudahkan langkah kebaikan untuk kami, yakni dengan kami pun bisa membuat sebuah komunitas Islam dan media dakwah. Karena kami memiliki cita-cita ingin menjadi makhluk Allah yang bermanfaat untuk makhluk Allah yang lain, maka kami juga membuat berbagai program sosial, sebagai bentuk kepedulian kami terhadap sesama, dan inilah akhlak yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para Sahabatnya radhiyallahu anhum, sehingga terbentuklah MEDIA DAKWAH & SOSIAL KHIYAAR TV.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here