Beranda Konsultasi Islam (Tanya-Jawab) Menentukan Awal Bulan Ramadhan

Menentukan Awal Bulan Ramadhan

166
0
BERBAGI

๐Ÿ“ƒ Pertanyaan;

Bagaimana cara menentukan awal bulan Ramadhan yang benar dan sesuai sunnah Rasulullah?

๐Ÿ“ Jawaban;

Menentukan permulaan bulan Ramadhan, kita diperintahkan untuk melihat hilal atau menggenapkan jumlah bulan Syaban menjadi 30 hari, bila hilal terhalang dari penglihatan manusia (tidak terlihat). Itulah satu-satunya cara (solusi) yang disyariatkan dalam agama Islam, sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melalui sabdanya, di antaranya;

Hadits dari Sahabat Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

โ€ŽุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู…ููˆู‡ู ููŽุตููˆู…ููˆุงุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู…ููˆู‡ู ููŽุฃูŽูู’ุทูุฑููˆุงุŒ ููŽุฅูู†ู’ ุบูู…ูŽู‘ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ููŽุงู‚ู’ุฏูุฑููˆุง ู„ูŽู‡ู
โ€œJika kalian melihat hilal, maka berpuasalah! Dan jika kalian melihatnya kembali, maka berbukalah (berhari raya)! Lalu, jika kalian terhalangi (tidak dapat melihatnya), maka ukurlah!โ€
(HR. Imam Bukhari, no.1906)

Demikian juga dijelaskan dalam hadits Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

โ€Žุตููˆู’ู…ููˆู’ุง ู„ูุฑูุคู’ูŠูŽุชูู‡ู ูˆูŽ ุฃูŽูู’ุทูุฑููˆู’ุง ู„ูุฑูุคู’ูŠูŽุชูู‡ูุŒ ููŽุฅูู†ู’ ุบูู…ูŽู‘ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ููŽุฃูŽูƒู’ู…ูู„ููˆู’ุง ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ ุซูŽู„ุงูŽุซููŠู’ู†ูŽ
โ€œBerpuasalah kalian karena melihatnya, dan berbukalah kalian (Idul Fithri) karena melihatnya! Jika (hilal) tertutup oleh awan mendung, maka sempurnakanlah Syaban 30 hari!โ€
(HR. Imam Bukhari, no.1909)

Dalam riwayat yang lain Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

โ€ŽููŽุฅูู†ู’ ุฃูุบู’ู…ููŠูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ููŽู‚ู’ุฏูุฑููˆู’ุง ู„ูŽู‡ู ุซูŽู„ุงูŽุซููŠู’ู†ูŽ
โ€œJika kalian terhalang melihat hilal, maka ukurlah untuknya 30!โ€
(HR. Imam Muslim, no.2496)

Dari sekian banyaknya hadits shahih dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam tersebut, dijelaskan bahwa cara untuk menentukan awal di setiap bulan yang sesuai sunnah Rasulullah adalah dengan ruyah (melihat hilal), bukan hisab (menggenapkan jumlah bulan menjadi 30 hari). Namun, jika hilal tidak terlihat dengan sebab syari, misal karena awan mendung, maka metode hisab boleh digunakan.

Sebagaimana dalam bulan Ramadhan juga berlaku hal tersebut, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

โ€ŽุฅูุฐูŽุง ุฌูŽุงุกูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู ููŽุตููˆู’ู…ููˆู’ุง ุซูŽู„ุงูŽุซููŠู’ู†ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฑูŽูˆู’ุง ุงู„ู’ู‡ูู„ุงูŽู„ูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ
โ€œJika datang Ramadhan maka berpuasalah 30 hari, kecuali kalian telah melihat hilal sebelumnya.โ€
(HR. Ath-Thabrani, Mujam Al-Kabir, 17:171 dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)

Dijawab oleh: Abu Humairo Muhamad Fadly

BERBAGI
Artikel sebelumnyaPasar & Toko Tutup Sementara
Artikel sesudahnyaMenyambut Bulan Ramadhan
Khiyaar TV adalah media dakwah dan sosial yang berada di daerah Cideres, Majalengka, Jawa Barat. Khiyaar TV mulai terbentuk pada 08 Ramadhan 1438H/03 Juni 2017M. Berawal dari satu orang dari kami yang menemani perjalanan Ustadz Abu Humairo Muhamad Fadly hafizhahullah mengisi kajian rutin dengan kendaraan pribadi miliknya. Waktu itu Ustadz sedang ada jadwal mengisi kajian daurah Ramadhan di daerah Indramayu (tetangga kota Majalengka). Dari situlah, semuanya bermula. Orang tersebut adalah yang mengenalkan kami dengan Ustadz Abu Humairo Muhamad Fadly. Padahal, kami sudah cukup lama tinggal di Majalengka, karena memang sebagian besar dari kami adalah putra asli Majalengka. Namun, kami belum kenal dengan Ustadz, sehingga kami belum tahu adanya majelis ilmu rutin di sekitar Cideres, Majalengka. Alhamdulillah alladzi binimatihi tatimmus shaalihaat, kami sangat bersyukur kepada Allah azza wa jalla, pertemuan kami dengan orang tersebut adalah awal dari pintu kebaikan. Sebab situlah kami kenal dengan Ustadz, mulai bisa merasakan nikmatnya duduk di majelis ilmu dengan rutin dan sampai pada Allah pun mudahkan langkah kebaikan untuk kami, yakni dengan kami pun bisa membuat sebuah komunitas Islam dan media dakwah. Karena kami memiliki cita-cita ingin menjadi makhluk Allah yang bermanfaat untuk makhluk Allah yang lain, maka kami juga membuat berbagai program sosial, sebagai bentuk kepedulian kami terhadap sesama, dan inilah akhlak yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para Sahabatnya radhiyallahu anhum, sehingga terbentuklah MEDIA DAKWAH & SOSIAL KHIYAAR TV.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here