Beranda Belajar Islam Pasar & Toko Tutup Sementara

Pasar & Toko Tutup Sementara

178
0
BERBAGI

Pasar & Toko Tutup Sementara

Habib Al-Abid rahimahullah bercerita;
“Aku pernah masuk ke negeri Bashrah, dan ternyata pasar-pasarnya tutup semua, dan toko-tokonya juga kosong serta sepi. Lalu aku pun bertanya kepada para penduduk negeri Bashrah: Wahai penduduk negeri Bashrah! Apakah kalian memiliki hari raya lain yang tidak aku ketahui? Penduduk negeri Bashrah menjawab: Tidak, kami tidak memiliki hari raya tertentu yang anda tidak ketahui, tetapi pasar dan toko di negeri ini tutup, karena saat ini sedang berlangsung kajian (majelis ilmu) bersama Al-Hasan bin Abil Hasan Al-Bashri rahimahullah di masjid Jami, beliau sedang memberikan nasihat kepada manusia.”
(Al-Mawa’izh Wa Al-Majalis, hlm.181)

Ilmu adalah bekal untuk manusia beribadah kepada Allah, karena ibadah adalah tujuan Allah menciptakan manusia.

Tanpa ilmu, seseorang tidak akan bisa mengerjakan ibadah, sebagaimana seseorang tidak akan bisa berjalan tanpa kaki.

Kisah di atas, menunjukkan besarnya kecintaan seseorang terhadap ilmu, sehingga dia tidak melihat sesuatu lain yang lebih berharga dan lebih besar manfaatnya dari ilmu. Sebagaimana besarnya kecintaan seseorang terhadap harta, sehingga dia tidak melihat sesuatu lain yang lebih berharga dan lebih besar manfaatnya dari harta.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

‎أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ مَسَاجِدُهَا وَأَبْغَضُ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ أَسْوَاقُهَا
“Tempat yang paling Allah cintai adalah masjid, dan tempat yang paling Allah benci adalah pasar.”
(HR. Imam Muslim, no.1076)

‎مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِي جَوْفِ الْمَاءِ وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ
“Barang siapa meniti jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mempermudahnya jalan menuju ke Surga. Sungguh, para Malaikat merendahkan sayapnya sebagai keridhaan kepada para penuntut ilmu. Orang yang berilmu akan dimintakan maaf oleh penduduk langit dan bumi hingga ikan yang ada di dasar laut. Kelebihan seorang orang yang berilmu (alim) dibandingkan ahli ibadah (abid) seperti keutamaan rembulan pada malam purnama atas seluruh bintang. Para ulama adalah pewaris para Nabi, dan para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu. Barang siapa mengambilnya maka dia telah mengambil bagian yang banyak.”
(HR. Abu Dawud, no.3157)

Sahabat Abu Darda Uwaimir bin Malik radhiyallahu anhu berkata;
“Barang siapa yang menganggap pergi di waktu pagi dan petang untuk menuntut ilmu agama bukan termasuk jihad, maka dia sudah berkurang akal dan pikirannya.”
(Jamiu Bayani Al-Ilmi, hlm.159)

Semoga di Indonesia, Allah jadikan para penduduknya (termasuk kita) merasa cinta dan selalu rindu terhadap ilmu, ahli ilmu, serta majelis ilmu, bukan malah sebaliknya. Aamiin

‎اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِى دِينِىَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِى، وَأَصْلِحْ لِى دُنْيَاىَ الَّتِى فِيهَا مَعَاشِى، وَأَصْلِحْ لِى آخِرَتِى الَّتِى فِيهَا مَعَادِى، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِى فِى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلِّ شَرٍّ
“Ya Allah, perbaikilah agamaku sebagai benteng urusanku, perbaikilah duniaku yang menjadi tempat kehidupanku, perbaikilah akhiratku yang menjadi tempat kembaliku! Dan jadikanlah kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan, dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejahatan!”
(HR. Imam Muslim no.4897)
___
@ Kota Angin Majalengka, Jawa Barat.
12 Syaban 1440 H/18 April 2019 M.

Penulis: Abu Humairo Muhamad Fadly

BERBAGI
Artikel sebelumnyaPikir-Pikir Dulu
Artikel sesudahnyaMau Ikut Nebeng Dakwah Bareng Khiyaar TV?
Khiyaar TV adalah media dakwah dan sosial yang berada di daerah Cideres, Majalengka, Jawa Barat. Khiyaar TV mulai terbentuk pada 08 Ramadhan 1438H/03 Juni 2017M. Berawal dari satu orang dari kami yang menemani perjalanan Ustadz Abu Humairo Muhamad Fadly hafizhahullah mengisi kajian rutin dengan kendaraan pribadi miliknya. Waktu itu Ustadz sedang ada jadwal mengisi kajian daurah Ramadhan di daerah Indramayu (tetangga kota Majalengka). Dari situlah, semuanya bermula. Orang tersebut adalah yang mengenalkan kami dengan Ustadz Abu Humairo Muhamad Fadly. Padahal, kami sudah cukup lama tinggal di Majalengka, karena memang sebagian besar dari kami adalah putra asli Majalengka. Namun, kami belum kenal dengan Ustadz, sehingga kami belum tahu adanya majelis ilmu rutin di sekitar Cideres, Majalengka. Alhamdulillah alladzi binimatihi tatimmus shaalihaat, kami sangat bersyukur kepada Allah azza wa jalla, pertemuan kami dengan orang tersebut adalah awal dari pintu kebaikan. Sebab situlah kami kenal dengan Ustadz, mulai bisa merasakan nikmatnya duduk di majelis ilmu dengan rutin dan sampai pada Allah pun mudahkan langkah kebaikan untuk kami, yakni dengan kami pun bisa membuat sebuah komunitas Islam dan media dakwah. Karena kami memiliki cita-cita ingin menjadi makhluk Allah yang bermanfaat untuk makhluk Allah yang lain, maka kami juga membuat berbagai program sosial, sebagai bentuk kepedulian kami terhadap sesama, dan inilah akhlak yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para Sahabatnya radhiyallahu anhum, sehingga terbentuklah MEDIA DAKWAH & SOSIAL KHIYAAR TV.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here